Breaking News:

Suara Tokek Sambut Menteri Jonan: Pantau Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendatangi pos pengamatan Gunung Anak Krakatau

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Menteri Ignasius Jonan memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau di Pos Pemantau, Jumat (28/12/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendatangi pos pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK). Ada hal unik dan lucu saat Jonan datang. Satu diantaranya suara tokek yang muncul di tengah wawancara Jonan dengan awak media lokal maupun nasional yang bertugas meliput di pos tersebut.

Saat salah satu wartawan mengajukan pertanyaan mengenai isu yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau (GAK) saat ini, muncul suara tokek yang terdengar secara berulang dan cukup nyaring. Sontak Jonan pun langsung tersenyum dan mengatakan, "Nah itu (pertanyaannya) sudah dijawab (tokek) kan,"ujar Jonan.

Mendengar pernyataan mantan Menteri Perhubungan itu, awak media pun tertawa. Suara tersebut sempat menjadi 'backsound' wawancara selama beberapa detik hingga akhirnya menghilang dan tidak terdengar lagi.

Saat menyambangi pos pengamatan itu, Jonan tampil kasual. Ia mengenakan kemeja berwarna navy blue yang menampilkan simbol identik dengan kementerian yang dipimpinnya. Kemeja tersebut dipadukan celana chino berwarna cokelat muda serta disempurnakan sepatu pantofel hitamnya.

Pada kesempatan tersebut Ignasius Jonan juga mengimbau agar masyarakat tidak mendekati area berbahaya Gunung Anak Krakatau pada radius 5 kilometer dari kawah. "Masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 km dari kawah," ujar Jonan.

Ia juga menyarankan agar masyarakat setempat selalu mendengarkan instruksi yang disampaikan pemerintah setempat maupun lembaga terkait. Mantan Dirut PT KAI itu meminta masyarakat yang hendak beraktivitas agar selalu mengenakan masker dan kacamata jika hujan abu dari GAK mulai turun.

"Dan saat hujan abu turun, masyarakat agar mengenakan masker dan kacamata bila beraktivitas di luar rumah," jelas Jonan.

Saat ini, kata Jonan, aktivitas vulkanik gunung tersebut terus dipantau dari pos pengamatan yang dimiliki Badan Geologi Kementerian ESDM. Status Gunung Anak Krakatau pun kini telah ditingkatkan menjadi Level III atau Siaga.

"Perkembangan setiap menit (terkait aktivitas GAK) dipantau dari sini," kata Jonan.

Jonan menilai bencana yang baru saja terjadi di Selat Sunda sebagai fenomena tsunami 'perdana di dunia' yang muncul tanpa gempa. Menurutnya, biasanya munculnya tsunami selalu dipicu gempa bumi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved