Olly Minta Kepala Daerah Siaga Bencana: 5 Jam Hujan Petir Obok-obok Sulut

Selama 5 jam, Sulawesi Utara diterjang angin kencang disertai hujan dan petir, Kamis (27/12/2018).

Olly Minta Kepala Daerah Siaga Bencana: 5 Jam Hujan Petir Obok-obok Sulut
Tribunmanado
Kondisi laut Manado 

Fenomena alam ini terjadi mulai pukul 14.55 di wilayah Manado, Kotamobagu, Tomohon, Bitung, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bolmong, Bolmong Utara, Bolmong Timur dan sekitarnya. Cuaca ekstrem meluas ke wilayah Minahasa Tenggara, Bolmong Selatan, Kepulayan Sitaro dan sekitarnya.

Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 17.00. BMKG kemudian mengeluarkan peringatan lanjutan, badai diperkirakan berlangsung hingga pukul 20.00.

Cuaca buruk menyebabkan penundaan keberangkatan kapal di Pelabuhan Manado. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado, Stanislaus Wetik menyatakan, ada empat kapal yang ditunda keberangkatannya pada Kamis kemarin akibat cuaca buruk. "Kalau cuaca seperti ini pelayaran untuk sementara ditunda," kata dia kepada tribunmanado.co.id, kemarin.

Menurut Wetik, pihaknya sudah menerima peringatan dari BMKG soal gelombang tinggi serta angin kencang yang bisa mencapai 4 meter. Ia enggan memastikan lamanya penundaan. "Pada prinsipnya kita tak mungkin mengizinkan pelayaran dalam kondisi cuaca seburuk ini, jika cuaca sudah memungkinkan barulah kapal bisa berlayar," beber dia.

Wetik minta penumpang bisa memaklumi penundaan tersebut. Dikatakannya, jelang akhir tahun lalu, pihaknya juga menunda pelayaran akibat cuaca buruk. Amatan tribunmanado.co.id, Kamis sekira pukul 13.00 Wita, para penumpang sudah memenuhi pelabuhan.

Kapal direncanakan berangkat Kamis sore. Beberapa penumpang sudah menaikkan barang ke atas kapal.
Sejam kemudian, awan gelap pelan datang. Menyusul angin kencang menerjang. Para penumpang yang tadinya
berada di dekat kapal berlarian menuju ruangan penumpang.

Hempasan angin kencang menyebabkan sejumlah tempat di pesisir pantai Kota Manado mengalami kerusakan. Lokasi wisata kuliner Jangkar Sandar di kawasan MegaMas Manado porak-poranda dihantam angin kencang dari laut selama hampir setengah jam.

Meja dan kursi berjatuhan di lantai. Papan penanda lokasi yang terbuat dari besi juga terempas ke jalan. Sebuah gerobak mi roboh. Kala tribunmanado.co.id, tiba Kamis sekira pukul 15.30, sejumlah petugas sementara mengangkat gerobak mi.

Deretan rumah makan di pinggir pantai Mega Mas yang biasanya jadi korban keganasan angin dan ombak, kali ini luput. Ombak tertahan pada bebatuan yang berada persis di bibir pantai. Meski demikian, rumah makan tersebut sepi pengunjung.

Bahkan ada rumah makan yang tutup. Pos terpadu di Pelabuhan Manado juga tak luput dari terpaan angin.
Pos dari tenda besi itu nyaris saja terbang jika petugas tidak buru-buru mengikatnya dengan tali. Besi di depan pos itu bergeser hingga beberapa meter. Anggota TNI, Polri serta Basarnas buru-buru mengevakuasi sejumlah peralatan dari tenda itu.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved