Mengenal Oligohidramnion, Cairan Ketuban Sedikit yang Menyebabkan Komplikasi

Moms sebaiknya mewaspadai adanya gangguan penyakit bila cairan ketuban hanya sedikit atau biasa disebut oligohidramnion.

Mengenal Oligohidramnion, Cairan Ketuban Sedikit yang Menyebabkan Komplikasi
Internet
Ilustrasi wanita hamil 

Saat mendekati kelahiran hingga masa persalinan, oligohidramnion dapat menyebabkan komplikasi seperti:

 
- Posisi bayi sungsang karena tingkat cairan amniotik yang tidak mencukupi bisa membatasi gerakan bayi.

- Bayi merasa tertekan sehingga melepaskan meconium (tinja saat di rahim), hal ini bisa tercampur dengan ketuban dan dapat menyebabkan masalah pernapasan pada bayi.

- Kompresi tali pusat yang menyebabkan penurunan denyut jantung, akumulasi karbondioksida dalam darah, dan kerusakan otak pada bayi.

Menurut March of Dimes, sekitar 4% wanita hamil didiagnosis dengan tingkat cairan ketuban rendah pada trimester terakhir.

Tanda-tanda penyakit ini yang paling bisa dikenali tentunya ialah gerakan yang minim pada janin dalam kandungan.

Selebihnya tanda-tanda lain dapat diketahui saat Moms memeriksakannya ke dokter karena berhubungan dengan kondisi langsung di dalam rahim.

Risiko-risiko ini dapat dikurangi jika tingkat cairan ketuban terus dipantau, Moms.

Oleh karena itu, kuncinya adalah dengan rutin berkonsultasi pada dokter kebidanan dan kandungan selama kehamilan berlangsung. (*)

Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved