SCPI Memasang Target Konservatif di Tahun Depan

Perusahaan farmasi PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk masih berupaya meningkatkan kinerja bisnisnya.

SCPI Memasang Target Konservatif di Tahun Depan
kontan
Bisnis Sari Roti mengembang 

Namun, beban selisih kurs membayangi perusahaan ini. Selama sembilan bulan di tahun ini, SCPI menderita rugi akibat selisih kurs yang mencapai Rp 79 miliar.

Padahal di periode yang sama tahun lalu, emiten ini masih mengantongi laba selisih kurs Rp 14 miliar. Tak pelak, laba bersih anjlok 31%  menjadi Rp 93 miliar.

Selama ini, sebagian besar pendapatan SCPI berasal dari penjualan ekspor. "Hampir 90% ekspor," ungkap Erwin. Adapun sisanya berasal dari pasar domestik.

SCPI juga menjaring pendapatan dengan memasukkan obat onkologi (perawatan kanker) pada e-catalogue Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Tetapi jumlah produk SCPI yang masuk katalog elektronik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) itu masih sedikit.

Pasalnya, obat yang disediakan Merck Sharp tergolong produk premium. Hingga akhir kuartal III 2018, sebanyak 80% penjualan SCPI diserap Merck Sharp & Dohme Asia Pacific Services Pte Ltd. (Agung Hidayat)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved