64 Warga Manado di Rehabilitasi BNN Manado - Ungkap Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba di Manado

Kepala BNN Kota Manado AKBP Eliasar Sopacoly ‎ melansir pengungkapan kasus peredaran dan penyalahgunaan Narkoba

64 Warga Manado di Rehabilitasi BNN Manado - Ungkap Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba di Manado
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Kepala BNN Kota Manado bersama jurnalis anti Narkoba Manado berfoto bersama 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepala BNN Kota Manado AKBP Eliasar Sopacoly ‎ melansir pengungkapan kasus peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, obat terlarang dan zat adiktif lainnya di wilayah BNN Kota Manado sepanjang tahun 2018.

"Untuk periode tahun 2018, target BNN pusat kepada BNN Kota Manado 12 Kasus. Dan hingga pertengahan Desember kami mampu mengungkap lebih atau over target 15 kasus dengan tersangka 22 orang dan barang bukti didominasi oleh sabu-sabu serta ganja," Kepala BNN Kota Manado AKBP Eliasar Sopacoly, Kamis (27/12/2018).

Baca: BMKG Sam Ratulangi, Prakiraan Hujan Lokal di Kota Manado

Dijelaskannya data tersebut dirangkum BNN Kota Manado hingga tanggal (20/12)‎, dengan jaringan dari Jawa, Palu, Singkawang dan Makassar mampu terdeteksi jaringannya yang menyasar hingga rumah tahaman (Rutan) dan Lembaga pemasyarakatan (Lapas) mampu diungkap BNN dan jajara di Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala BNN Kota Manado bersama jurnalis anti Narkoba Manado berfoto bersama
Kepala BNN Kota Manado bersama jurnalis anti Narkoba Manado berfoto bersama (Tribunmanado)

Baca: Pemberian Remisi Khusus Natal dan Tahun Baru oleh Menkumham RI

Sementara itu untuk penanganan terhadap korban yang ditangani BNN Kota Manado hingga Desember 2018 ada 64 orang, yang direhabilitasi. "Rata-rata mereka menggunakan zat adiktif, lem, obat batuk, somadril dan PCC didominasi pemuda dan remaja serta masyarakat Kota Manado. Berhasil diselamatkan dari bahaya Narkoba, jika dibandingkan tahun 2017 mencapai 174 orang ditekan di tahun 2018 hanya 64 orang," urainya.

Baca: Seorang Nelayan di Tongkaina Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Mandi, Dimulutnya Terdapat Darah

Pihaknya juga telah melaksanakan penyuluhan, edukasi, informasi dan sosialisasi tentang bahanya Narkoba angkanya mencapai‎ 300 ribu orang di provinsi Sulut dan 300 orang di Kota Manado.

Informasi dan edukasi tentang bahaya Narkoba serta dampaknya terus disuarakan oleh BNN serta semua pihak termasuk jurnalis anti Narkoba Kota Manado.

Baca: Setubuhi Gadis 12 Tahun, Seorang Petani di Tombulu Diamakan Team Paniki Rimbas 1

Kedepan tahun 2019 nanti BNN Kota Manado kembali akan melakukan tugas pokok pemberantasan, rehabilitas hingga P2M diharapkan jalan seirama. "Jadi kalau kami melakukan tindakan represif tangkap banyak tersangka, masukkan kedalam tahanan tapi tidak selesaikan persoalan sama saja. Makanya tiga bidang ini harus bersama-sama cegah, berantas dan rehab untuk menekan jangan ada lagi korban berjatuhan akibat penyalahgunaan Narkoba," tandasnya. (crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved