Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lima Pendiri PAN Tuding Amien Rais: Sebar Kebangkitan PKI

Lima pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengundurkan diri.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribun-Video
Isi Surat Terbuka 5 Pendiri PAN Desak Amien Rais Mundur, Dianggap Jadikan Agama Sebagai Alat Politik 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Lima pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengundurkan diri.  

Kelima pendiri PAN menyebut Amien Rais memperkeruh suasana negara.  Hal itu karena Amien Rais disebut ikut menyebar berita tentang kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Lima pendiri PAN yang dimaksud adalah Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin.  Pernyataan mereka disampaikan dalam bentuk surat terbuka  kemarin, Rabu (26/12). "Saudara sebagai ilmuwan politik telah gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri dalam menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan PKI di negeri kita," isi surat terbuka tersebut.

Selain itu, Goenawan Muhammad cs juga menyoroti sikap Amien Rais yang mendukung kembalinya era Orde Baru (Orba). Hal itu karena pada Pilpres 2019, mantan Ketum PP Muhammadiyah itu masuk dalam jajaran Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 itu sering disebut ingin mengembalikan era Orde Baru di Indonesia. "Saudara sebagai tokoh reformasi yang ikut berperan dalam mengakhiri kekuasaan orde baru telah bersimpati, mendukung, dan bergabung dengan politisi yang beraspirasi mengembalikan kekuatan orde baru ke kancah politik Indonesia," isi surat terbuka tersebut.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno memastikan partainya tidak mengalami perpecahan. Pernyataan Eddy tersebut merespon surat terbuka lima pendiri PAN yang meminta Amien Rais mundur. "PAN tetap solid dan tidak ada perpecahan di internal partai," kata Eddy.

Menurut Eddy seluruh kader PAN solid dalam menghadapi Pemilu 2019, baik itu Pileg maupun Pilpres. Ia juga meminta kepada seluruh kader PAN untuk menjaga kesolidan dan keutuhan partai. "Kita meminta seluruh pihak di internal PAN maupun mereka yang memiliki keterkaitan denga PAN untuk menjaga keutuhan partai dan tidak membuat suasana keruh sehingga timbul persepsi bahwa PAN rapuh di dalam," katanya.

Eddy mengatakan surat terbuka yang dilayangkan lima pendiri PAN itu belum disampaikan ke DPP PAN. Pihaknya menghormati pandangan ke lima pendiri PAN itu, namun sebaliknya para pendiri PAN harus juga menghormati sikap DPP. "Kami menghormati posisi mereka yang menulis surat tsb, tapi kita meminta mereka menghormati posisi kami di DPP PAN yang solid mendukung pak Amien Rais, terkait posisi dan pandangan politiknya," pungkasnya.

Salah satu pendiri PAN, Albert Hasibuan menilai bahwa Amien telah menjadikan agama sebagai alat politik. Sementera menurut Albert PAN bukan merupakan partai agama. "Saya tetap menganggap bahwa PAN bukan partai agama, dalam anggaran dasar kita juga PAN bukan partai agama dan bukan partai ekslusif ya," ujar Albert.

Oleh karena itu menurut Albert pihaknya melayangkan surat terbuka meminta Amien mundur dari Partai. Ia berharap Amien bijak dalam menyikapi surat tersebut. "Kita serahkan kepada pikiran rasional," katanya.

Albert mengatakan hak DPP PAN bila menilai surat terbuka itu dinilai tidak tepat. Pihaknya menurut Albert hanya memberitahu bahwa ada prinsip-prinsip yang menjadi pondasi partai. Prinsip tersebut menurutnya tidak boleh melenceng.  "Oleh karena itu bahwa kemudian ada reaksi dari pimpinan PAN ini, untuk berbeda dengan kita itu wewenangnya. Tapi kita harapkan apa yang kita kemukakan dalam statment itu bisa membantu," pungkasnya.

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa para pendiri partai harus saling menghormati dan mempercayakan politik kepartaian kepada para pengurus DPP PAN Pernyataan Viva tersebut merespon surat terbuka yang disampaikan lima pendiri PAN yang meminta Amien Rais mundur. "Untuk itu, saling menghormati dan tabayyun adalah sikap yang bijak. Persoalan politik kepartaian, para pendiri harus mempercayakan kepada pengurus partai," ujar Viva.

Menurutnya jika terdapat perbedaan pandangan dengan para pengurus, pendiri partai seharusnya berdiskusi dan bukan mengumbar perbedaan pilihan politik di publik. Sehingga menurutnya pandangan para pendiri tersebut dapat membantu perjuangan partai.

"Karena hal ini adalah sikap yang baik untuk membantu partai dalam mempersiapkan perjuangan akbar dalam pemilu 2019. Jika tidak dapat membantu perjuangan partai dalam logistik, maka membantu partai dalam pemikiran dan sikap adalah suatu perbuatan yang bijak dan mulia," katanya. (tribun network/ mam/fik)

Isi Surat Lima Pendiri PAN untuk Amien Rais

Saudara Amien Rais yang kami hormati,

Setelah memerhatikan perkembangan kehidupan politik di negeri kita Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini, khususnya kiprah Saudara sendirian ataupun bersama Partai Amanat Nasional (PAN), kami sebagai bagian dari penggagas dan pendiri PAN merasa bertanggung jawab dan berkewajiban membuat pernyataan bersama dibawah ini demi mengingatkan akan komitmen bersama kita pada saat awal pendirian partai sebagai berikut:

1. PAN adalah partai reformasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan menegakkan demokrasi setelah 32 tahun di bawah kekuasaan absolut orde baru yang korup dan otoriter. 

2. PAN adalah partai yang berazaskan Pancasila dengan landasan nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama.

3. PAN adalah sebuah partai modern yang bersih dari noda-noda orde baru dan bertujuan menciptakan kemajuan bagi bangsa.

4. PAN adalah partai terbuka dan inklusif yang memelihara kemajemukan bangsa dan tidak memosisikan diri sebagai wakil golongan tertentu.

5. PAN adalah partai yang percaya dan mendukung bahwa setiap warga negara berstatus kedudukan yang sama di depan hukum dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara, tidak mengenal pengertian mayoritas atau minoritas.

Dengan menggunakan kacamata prinsip-prinsip PAN tersebut diatas, kami mendapatkan kesan kuat bahwa Saudara Amien Rais (AR) sejak mengundurkan diri sebagai ketua umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN, seringkali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip itu.

- Saudara makin lama makin cenderung eksklusif, tidak menumbuhkan kerukunan bangsa dalam berbagai pernyataan dan sikap politik saidara..

- Saudara sebagai tokoh reformasi yang ikut berperan dalam mengakhiri kekuasaan orde baru, telah bersimpati, mendukung, dan bergabung dengan politisi yang beraspirasi mengembalikan kekuatan orde baru ke kancah politik Indonesia

- Saudara telah menjadikan agama sebagai alat politik untuk mencapai tujuan meraih kekuasaan.

- Saudara sebagai ilmuwan ilmu politik telah gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri dalam menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan PKI di negeri kita.

- Saudara sebagai orang yang berada di luar struktur utama PAN terkesan berat menyerahkan kepemimpinan PAN kepada generasi berikutnya dengan terus menerus melakukan manuver politik yang destruktif bagi masa depan partai. 

Atas dasar pertimbangan semua itu, kami sebagai bagian dari pendiri PAN yang bersama saudara saat itu meyakini prinsip-prinsip yang akan kita perjuangkan bersama, menyampaikan surat terbuka ini sebagai pengingat dari sesama kawan.

Untuk itu barangkali sudah saatnya Saudara mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari, menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus, dan menempatkan diri Saudara sebagai penjaga moral dan keadaban bangsa serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan negeri kita.

Salam hormat dari kami semua,

Jakarta, 26 Desember 2018

Abdillah Toha

Albert Hasibuan

Goenawan Mohammad

Toeti Heraty

Zumrotin

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved