Tsunami Banten dan Lampung

260 Peserta Gathering PLN Jadi Korban Tsunami Banten, 157 Selamat, 14 Meninggal, 89 Hilang

Sebanyak 260 pegawai PLN yang mengikuti gathering di Tanjung Lesung, Banten menjadi korban terjangan Tsunami di Selat Sunda, Sabtu malam.

260 Peserta Gathering PLN Jadi Korban Tsunami Banten, 157 Selamat, 14 Meninggal, 89 Hilang
TRIBUNjogja.com | Christi Mahatma Wardhani
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memberikan keterangan pada media di kantor BPBD DIY, Minggu (23/12/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 260 pegawai PLN yang mengikuti gathering di Tanjung Lesung, Banten menjadi korban terjangan Tsunami di Selat Sunda, Sabtu malam.

Kepala Pusat Data Infromasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan tsunami tersebut terjadi secara tiba-tiba, tanpa peringatan apapun. Dari 260 peserta, 157 diantaranya selamat, 14 luka, dan 89 belum ditemukan.

"Jadi kemarin tiba-tiba kemarin tsunami datang tidak ada tanda-tanda. PLN sedang melakukan gathering. Dalam penampilan tersebut ada penampilan band Seventeen. Posisi panggung membelakangi pantai, jarak sekitar 3 sampai 4 meter dari pantai. Tiba-tiba langsung ambles diterjang tsunami," ungkapnya saat jumpa pers di kantor BPBD DIY, Minggu (23/12/2018).

Baca: 7 Fakta Tsunami Banten dan Lampung, Video Detik-detik Kejadian, Jumlah Korban hingga Sirine Berbunyi

Baca: Sempat Beredar Kabar Tsunami Susulan di Banten, Begini Klarifikasi BNPB

Baca: Tsunami Banten - Gitaris Seventeen Ditemukan Meninggal Dunia, Imam Nahrawi: Selamat Jalan Sahabatku

Dalam peristiwa tersebut, Band Seventeen harus rela kehilangan bassis M Awal Purbani (Bani) dan Road Manager Oki Wijaya yang meninggal dunia karena peristiwa tersebut.

Sementara gitaris Herman Sikumbang, drumer Andi Windu Darmawan, kru Ujang, dan istri Ifan sang vokalis, Dylan Sahara hingga berita ini diturunkan belum ditemukan.

Melaluii keterangan tertulisnya, Ifan berharap agar teman-teman dan istrinya bisa segera ditemukan.

"Kehilangan Bani dan raod manager kami, Oki. Andi, Ujang, sama Herman belum ditemukan. Doakan juga supaya Dylan istri saya cepat ditemukan. Alhamdullilaj yang lain selain itu sudah ditemukan walaupun dalam kondisi luka-luka. Kita Ikhlas," katanya.

Sementara itu, Harsa mantan Road manager Seventeen sempat menghubungi Ifan sekitar pukul 01.00 dini hari paska tsunami.

"Saya dan seventeen masih berhubungan baik. Setelah tahu ada kabar tsunami, saya telpon Ifan, sekitar jam 01.00. Saya cuma tahun Ifan selamat, saya tahu kondisi di sana pasti riweh jadi ya saya matikan," ujarnya. (maw)

TONTON JUGA:

TAUTAN AWAL: http://jogja.tribunnews.com/2018/12/23/260-peserta-pln-terdampak-tsunami-tanjung-lesung-157-selamat-14-meninggal-89-hilang

Editor: Aldi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved