Usai Novena Kanak-kanak Yesus, Umat Paroki Watutumou Makan Kue dan Minum Kopi Bersama

Novena Kanak-kanak Yesus dalam Misa Ayam Berkokok masuk hari kedelapan,Sabtu (22/12/2018). Selesai misa umat Makan Kue dan Minum Bersama.

Usai Novena Kanak-kanak Yesus, Umat Paroki Watutumou Makan Kue dan Minum Kopi Bersama
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Novena Kanak-kanak Yesus dalam Misa Ayam Berkokok masuk hari kedelapan,Sabtu (22/12/2018). Selesai misa umat Makan Kue dan Minum Bersama. 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Novena Kanak-kanak Yesus dalam Misa Ayam Berkokok masuk hari kedelapan,Sabtu (22/12/2018). Selesai misa umat Makan Kue dan Minum Bersama.

Tradisi ini diperkenalkan Pastor John Rawung, Pastor Paroki Santa Ursula Watutumou. Tradisi Misa Ayam Berkokok di Filipina memang membuat umat makan kue dan minum kopi bersama.

Misa Ayam Berkokok lebih dikenal Di Filipina. Menurut ucan.news misa ini disebut Misa de gallo. Ini menjadi sebuah tradisi di Filipina setelah kedatangan kolonial Spanyol 400 tahun lalu. Novena Misa itu diadakan mulai dari 16 Desember hingga Natal.

Baca: Novena Kanak-kanak Yesus di Paroki Watutumou, Pastor John Ajak Nyanyikan Kasih Ibu

Perayaan ini diadakan subuh pukul 03:00 di beberapa provinsi itu. Paus Sixtus V menetapkan bahwa Misa itu diadakan sebelum matahari terbit karena digunakan untuk menjadi musim panen di Filipina, dan petani harus pergi ke kebun setelah perayaan itu.

Selama novena itu umat Katolik Filipina menghiasi rumah-rumah mereka dengan lentera berbentuk bintang yang disebut “parol,” yang diyakini membantu umat sebelum listrik ditemukan yang menuntun mereka ke gereja di pagi hari.

Setelah Misa, keluarga berbagi kue beras, kue-kue, dan makanan lezat lainnya, minum kopi panas.

Baca: Walaupun Sedang Jauh, Rayakan Hari Ibu dengan 5 Cara Ini, Salah Satunya Kirimkan Bunga

Misa de gallo adalah “tradisi Filipina untuk berterima kasih kepada Tuhan bahwa Filipina adalah sebuah negara Katolik,” menurut Uskup Agung Socrates Villegas dari Lingayen-Dagupan, ketua presidium Konferensi Waligereja Filipina tahun 2015.

Uskup mengatakan praktek itu adalah sebuah tradisi yang dihormati yang “hidup lebih lama di luar komersialisme dan sekularisme.”

Baca: Kumpulan Ucapan Hari Ibu, Cocok untuk Dibagikan di WhatsApp, Instagram, Facebook

Filipina memiliki perayaan Natal terlama di dunia. Masa Natal resmi dimulai di Filipina dengan dimulainya Misa de gallo dan berakhir pada hari Minggu pertama Januari pada Pesta Tiga Raja.

Wisye Kalesaran, satu di antara umat yang ikut Novena mengaku terkesan dengan Misa Ayam Berkokok.

"Bangun memang harus dini hari supaya bisa ikut misa," ujarnya.

Penulis: David_Manewus
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved