Berita Viral

Viral Nisan Salib Dipotong di Medsos, Ini Tanggapan Sri Sultan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X buka suara perihal kasus pemotongan nisan di RW 13 Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede

Viral Nisan Salib Dipotong di Medsos, Ini Tanggapan Sri Sultan
twitter.com/kratonjogja
Sri Sultan Hamengkubuwono X 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X buka suara perihal kasus pemotongan nisan di RW 13 Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, beberapa hari yang lalu.

Ia menegaskan, bahwa pemotongan nisan tersebut dilakukan warga hanya untuk mencari praktis saja.

"Ini pembelajaran bagi kita semua bahwa agama dan simbol-simbol keagamaan dijamin dalam konstitusi. Di sini kita semua kurang tanggap terhadap simbol-simbol itu, hanya mungkin mencari praktisnya saja sebagai bentuk kompromi," bebernya saat jumpa pers di Ruang Yudhistira, Kamis (20/12/2018).

Sultan mengatakan bahwa dirinya telah melakukan dialog panjang dengan semua pihak terkait.

Dari sana ia menyimpulkan bahwa ada beberapa faktor pemicu yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya, justru muncul ke permukaan sebagai sesuatu yang viral.

Baca: Inilah 7 Artis Pendatang Baru yang Bersinar Sepanjang 2018, Marion Jola hingga Nissa Sabyan

Baca: Heboh Penikahan di Jeneponto: Uang Panaik Rp 130 Juta, 100 Gram Emas dan Satu Ton Beras

Baca: Detik-detik Kapal Meledak di Sungai Musi, Api Sempat Sentuh Jembatan Ampera, Videonya Viral

Baca: Viral Video Pria Asal Singapura Abadikan Sisi Indah Korea Utara

Baca: Inilah Ramalan Zodiak Jumat 21 Desember 2018: Aquarius Dikagumi Orang

"Itu tidak diperkirakan oleh warga masyarakat, termasuk kita semua, khususnya dari camat, lurah, RT dan RW, tambahnya.

Ia pun menyayangkan berita yang terlanjur viral tersebut terkesan dilebih-lebihkan.

"Itu seperti manis dan asinnya dilebih-lebihkan," sambungnya..

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut mengatakan, berita yang dilebihkan tersebut memberikan nuansa kesalahpahaman dan ketidakakuratan karena tidak pernah mempertanyakan permasalahan yang sesungguhnya.

"Menjadi sesuatu prasangka yang itu menumbuhkan isu-isu kurang pas. Kami mencoba bagaimana bersama teman-teman pers bisa meredam kondisi seperti itu. Dengan melihat kondisi yang terjadi secara real," tandasnya.

Halaman
1234
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved