Unjuk Rasa Kenaikan Harga Roti Jadi Rp 900, 8 Warga Sudan Tewas

Sebanyak 8 demonstran tewas dalam bentrokan dengan polisi pada hari kedua aksi protes atas kenaikan harga roti di Sudan, Kamis (20/12/2018).

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 8 demonstran tewas dalam bentrokan dengan polisi pada hari kedua aksi protes atas kenaikan harga roti di Sudan, Kamis (20/12/2018).

Melansir AFP, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga roti pada pekan ini dari 1 pound (Rp 304) menjadi 3 pound (Rp 912) telah memicur protes di seluruh negeri mulai Rabu lalu.

Protes menyebar sampai ke ibu kota Sudan, Khartoum, di mana polisi anti-huru hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran di dekat istana kepresidenan.

Baca: Terancam Punah Karena Iklim, Spesies Amfibi Dinamai Donald Trump

 

Korban tewas termasuk seorang mahasiswa yang mengikuti aksi protes di kota Al-Qadarif.

"Situasi di Al-Qadarif di luar kendali dan mahasiswa bernama Moayed Ahmad Mahmoud terbunuh," kata anggota parlemen Mubarak al-Nur.

"Pihak berwenang mohon untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap demonstran, yang diminta untuk secara damai menggunakan hak mereka (untuk protes)," imbuhnya.

Namun, polisi di Atbara menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran hanya beberappa jam usai pihak berwenang memberlakukan jam malam di kota tersebut.

Pemberlakuan itu menyusul aksi warga yang membakar mark

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved