Breaking News:

Berita di Unsrat

Terungkap Pungutan Liar di Fakultas Kedokteran Unsrat, Ini Kesaksian Orangtua Mahasiswa

Pernyataan Unsrat Manado mengenai pungli miliaran rupiah di Prodi PPDS Mata, Fakultas Kedokteran berupa pemberian peralatan dibantah orangtua

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Unsrat 

Dekan Faked Prof Adrian Umboh membenarkan hal itu saat ditemui di perayaan Natal GMIM Bethesda Manado, Rabu (19/12/2018) siang.

"Sudah diberi sanksi oleh pihak rektorat," kata dia.

Namun Adrian enggan menerangkan lebih lanjut, termasuk pertanyaan soal sanksi bagi keempatnya. Ia mengaku tak mengetahui secara detail kasus itu.

"Tanya saja ke pihak rektorat mereka yang tangani," kata dia.

Pihak Univeristas Sam Ratulangi bakal membahas ulang sanksi bagi empat Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang diduga melakukan pungli dengan total nilai Rp 1,3 miliar.

Sebelumnya, keempatnya hanya diberi sanksi berupa penghentian kegiatan sebagai tenaga pendidik di Fakultas Kedokteran Unsrat selama 3 bulan.

"Sanksinya akan dibahas lagi, sanksi diterapkan sesuai kesalahan yang dilakukan," kata Humas Unsrat Max Rembang.

Ditegaskan Rembang, program PPDS mata di mana pungli diduga terjadi, tak hanya dikelola pihak Rektorat Unsrat, tapi juga Fakultas Kedokteran serta pihak rumah sakit.

Karena itu sanksi yang diberikan juga mempertimbangkan dari sisi komite etik.

Rektor Unsrat Ellen Kumaat melalui jubir Hezki Kolibu menyatakan, pungli tersebut dilakukan oleh oknum dosen di lingkungan Prodi PPDS mata.

"Tindakan itu menyalahi prosedur tata kelola keuangan Unsrat dimana mahasiswa tidak bisa dipungut biaya selain SPP," kata dia.

Dikatakan Hezki, PPDS Mata tahun 2018 tidak bisa menerima mahasiswa baru dikarenakan kasus pungli tersebut.

Para pelaku pungli diminta untuk mengembalikan uang yang diambil dari mahasiswa.

"Jika tidak dipenuhi maka pihak Unsrat menyilahkan korban untuk menempuh proses hukum, " kata dia.

Sebut Heski, dosen yang melakukan pungli akan diperiksa oleh pihak Fakultas Kedokteran dan Komite Medik.

Jika terbukti bersalah, maka akan ditindak sesuai aturan ASN yang berlaku.

"Pada prinsipnya Unsrat akan menegakkan aturan dan memerangi segala jenis pungli dan pelanggaran akademik, " kata dia. 

Rektor Unsrat  Prof Dr Ir Ellen Kumaat MSc DEA jauh-jauh hari telah mencium adanya pungli di PPDS mata di Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat.

Dalam sebuah pertemuan beberapa bulan lalu, Ellen memperingatkan Dekan Fakultas Kedokteran untuk mewaspadai pungli di PPDS.

"Saya minta hentikan segera pungli di sana," kata Humas Unsrat Max Rembang mengutip perkataan Rektor.

Menurut Rembang, pungli di PPDS mata yang heboh saat ini bukan dalam bentuk uang.

Para mahasiswa diminta membeli peralatan oleh keempat oknum dosen tersebut. Nilai peralatan jika ditotal berjumlah miliaran rupiah. Sebut dia tindakan tersebut adalah pungli.

"Dalam sistem tata kelola Unsrat untuk mahasiswa PPDS tidak diperkenankan memungut biaya kepada mahasiswa selain SPP, kalau sumbangan harus oleh alumni," kata dia.

Yang jadi masalah kini, ujar dia, adalah bagaimana mengembalikan peralatan tersebut sesuai sanksi yang berlaku.  Muncul ide agar barang itu dibeli saja oleh alumni.

"Kan sudah dalam bentuk barang jadi sulit dikembalikan," kata dia. (aldiponge/art)

TONTON JUGA:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved