Tim Gabungan Lakukan Pengawasan Intensifikasi Pangan di Pasar Tradisional dan Ritel Modern

Tim Gabungan Lakukan Pengawasan Intensifikasi Pangan di Pasar Tradisional dan Ritel Modern

Tim Gabungan Lakukan Pengawasan Intensifikasi Pangan di Pasar Tradisional dan Ritel Modern
Tribun manado / Christian Wayongkere
Tim Gabungan Lakukan Pengawasan Intensifikasi Pangan di Pasar Tradisional dan Ritel Modern 

"Hasilnya negatif. Kalau ada indikasi positif dilakukan uji penegasan dibawa ke lab, apakah benar mengandung bahan berbahaya," ujar petugas tes BBPOM Manado saat mengecek sempel Bakasang dan Ikan asin.

Laboratorium Keswan dan Kesmafet Dinas Pertanian dan Peternakan, Provinsi Sulawesi Utara ikut melakukan uji formalin dan boraks menggunakan alat test kit, terhadap daging ayam, sapi dan babi di dua ritel modern di kawasan Bahu Mall dan Boulevard Manado.

Baca: Tim Kemenperindag Sidak Pasar di Manado: Harga Telur Naik, Permintaan Banyak, Pasokan Kurang

Baca: Sidak ke Pangkalan Elpiji 3 Kg, Anggota DPR RI Bara Hasibuan Buka Pos Pengaduan

"Hasil test kit, sampel daging sapi, ayam dan babi di dua ritel modern tidak ada kandungan formalin," kata Ir Henny Kambey, Kepala Laboratorium Keswan dan Kesmafet Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut.

Pihak ritel modern di Manado ketika dikonfirmasi mengenai adanya produk kemasan yang tidak dilampirkan merek dan izin edar mengatakan, semua produk yang masuk di ritel sudah ada izin mulai dari distributor melakukan pemasukkan barang ke toko benar sesuai aturan pemerintah yang ada.

Pihak ritel kemudian langsung konfirmasikan ke distributor dan diperoleh informasi bahwa itu ada izin edarnya.

"Misalkan ada produk curah atau bukan, nah saat base on saat masuk ada identitas jelas, baik produksi dan kedaluwarsanya jelas. Begitu juga saat produk itu dibuka atau dicurah, ada tertera tanggal dibuka dan tanggal kedaluwarsanya dicantumkan di dalam formulir pengisian ulang produk curah-produk beku," ujar Hendra Simbolan, Store General Manager Transmart Star Square Manado.

Disentil mengenai informasi masyarakat awam yang belum mengetahui dan tidak tahu tentang identitas pada produk kemasan curah kata Hendra, pihaknya malah mengaku melakukan edukasi kepada costumer, karena ada beberapa costumer akan bertanya mengenai produk tersebut.

Selain itu bisa juga dicek di pajangan, sudah diletakkan untuk semua produk curah ada formulir kapan dicurah, dibuka hingga didisplay.

"Di dalam formulir pengisian ulang produk curah- produk beku ada tanggal pajang dan ada tanggal kedaluwarsa. Produk-produk daging, kentang, sayur pokonya yang semua dibuka dari kemasan lalu dicurah tak terlihat kedaluwarsanya ada di formulir," tandasnya. (crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved