Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Kesehatan

Hasil Penelitian Terbaru, Pubertas Dini pada Anak Gadis Bisa Disebabkan Paparan Bahan Kimia Make Up

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, paparan bahan kimia dalam produk perawatan pribadi mungkin menyebabkan gadis muda

Editor: Aldi Ponge
via Kompas.com
Ilustrasi anak perempuan dan make up 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, paparan bahan kimia dalam produk perawatan pribadi mungkin menyebabkan gadis muda mengalami pubertas lebih awal.

Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari University of California. Mereka mempelajari bagaimana bahan kimia yang digunakan dalam produk rumah tangga bisa mempengaruhi sinyal hormon yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction itu mengamati kelompok kimia seperti Phthalates, paraben, dan fenol menggunakan tes urin.

Phthalates digunakan dalam produk beraroma seperti parfum, deodoran, dan sabun. Sementara paraben adalah pengawet dalam kosmetik. Bahan kimiafenol sendiri digunakan dalam segala hal mulai dari lipstik hingga lotion.

"Kami menemukan bukti bahwa beberapa bahan kimia yang banyak digunakan dalam produk perawatan pribadi dikaitkan dengan pubertas lebih awal padaanak perempuan," ungkap Dr Kim Harley, pemimpin penelitian ini dikutip dari The Independent, Selasa (04/12/2018).

Baca: Inilah 5 Unggahan Instagram di Indonesia yang Paling Banyak Dapatkan Like Sepanjang 2018

Baca: Calon Lawan Persija Tantang Real Madrid pada Semifinal Piala Dunia Klub 2018

Baca: Kisah Pria Indonesia Lolos Dari Sekapan Abu Sayyaf, Tembus Lebatnya Hutan

"Secara khusus, kami menemukan bahwa ibu yang memiliki tingkat lebih tinggi dari dua bahan kimia dalam tubuh mereka selama kehamilan, memiliki anak perempuan yang memasuki pubertas lebih awal," sambung profesor bidang kesehatan masyarakat di University of California.

Para peneliti juga menemukan bahwa perempuan dengan tingkat paraben lebih tinggi pada usia 9 tahun, akan memasuki pubertas lebih awal.

Penelitian ini mengamati 388 anak, di antaranya 179 anak perempuan dan 159 anak laki-laki, serta ibu mereka yang terdaftar dalam studi jangka panjang antara tahun 1999 hingga 2000.

Peneliti mengambil sampel urin dari ibu pada masa kehamilan serta urin anak-anak pada usia 9 tahun.

"Ini penting, karena kita tahu bahwa usia pubertas anak perempuan semakin cepat dalam beberapa dekade terakhir; salah satu hipotesisnya adalah bahan kimia di lingkungan mungkin memainkan peran, dan temuan kami mendukung asumsi itu," ujar Dr Harley.

" Pubertas dini pada anak perempuan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental dan perilaku pengambilan risiko sebagai remaja, serta meningkatkan risiko kanker payudara dan ovarium dalam jangka panjang. Jadi ini merupakan sebuah masalah penting untuk ditangani," tegasnya.

Namun, laporan ini tidak menemukan dampak pubertas pada anak-anak laki-laki. Selain itu, variabel lain yang mempengaruhi pubertas juga tidak dibahas dalam studi ini.

"Usia pubertas telah meningkat selama bertahun-tahun dan faktor lain seperti etnisitas juga merupakan kontributor penting. Teori utama lain yang diajukan terkait awal pubertas adalah peningkatan prevalensi anak-anak yang kelebihan berat badan serta obesitas," tutur Dr Ali Abbara yang tak terlibat dalam studi tersebut.

"Secara umum, membatasi paparan bahan kimia yang tidak perlu sangat masuk akal untuk menghindari potensi bahaya, tapi dalam praktiknya ini mungkin sulit dilakukan," imbuh dosen senior klinis endokrinologi di Imperial College London itu.

TONTON JUGA:

TAUTAN AWAL: https://sains.kompas.com/read/2018/12/15/200200523/paparan-bahan-kimia-make-up-bikin-anak-perempuan-pubertas-dini

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved