Internasional

Australia Dikecam Palestina Terkait Status Yerusalem Barat

Para petinggi Palestina menilai pengakuan Australia terhadap Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab.

Australia Dikecam Palestina Terkait Status Yerusalem Barat
unsplash.com
Australia Dikecam Palestina Terkait Status Yerusalem Barat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Para petinggi Palestina menilai pengakuan Australia terhadap Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab dan melanggar hukum internasional.

Baca: David Ben Gurion, Pendiri Negara Israel

Meski demikian, pemerintah Australia tunda pemindahan kedutaan besar Australia dari Tel Alviv dan berencana untuk mendirikan kantor perdagangan serta pertahanan di Yerusalem Barat.

AFP mewartakan, pejabat senior Palestina Saeb Erekat mengatakan, keputusan Australia untuk membuka kantor perdagangan di kota itu akan melanggar resolusi PBB.

"Sejak awal, kami telah merasakan keputusan pemerintah Australia untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," katanya dalam sebuah pernyataan, Sabtu (15/12/2018).

Bendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Rabu (30/9/2015).
Bendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Rabu (30/9/2015). (SPENCER PLATT/GETTY IMAGES/AFP)

"Australia mengarahkan kebijakan yang tidak bertanggung jawab, bertentangan dengan perdamaian dan keamanan dunia," imbuhnya.

Dia menilai, seluruh Yerusalem tetap menjadi masalah yang status finalnya ditentukan melalui negosiasi.

"Sementara, Yerusalem Timur di bawah hukum internasional merupakan bagian integral dari wilayah Palestina yang diduduki," tuturnya.

Australia menjadi salah satu dari sedikit negara yang mengikuti jejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mengakui kota yang diperebutkan itu sebagai ibu kota Israel.

Namun, Perdana Menteri Australia Scott Morrison tetap berkomitmen untuk mengakui masa depan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Morrison pertama kali melontarkan perubahan kebijakan tersebut pada Oktober lalu, dan menuai kecaman dari Indonesia.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved