Nazaret Menjaga Tradisi Arab Menjelang Natal

Nazaret adalah pusat penting minoritas Arab di Israel, yang terdiri dari keturunaan warga Palestina yang tetap tinggal setelah perang Arab-Israel 1948

Nazaret Menjaga Tradisi Arab Menjelang Natal
reuters
Muslim Palestina di Israel 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika Nazaret bersiap untuk merayakan Natal, sekelompok pengrajin sulaman tradisional berkumpul di sebuah gang di kota Arab terbesar di Israel.

Mereka sedang berupaya mempertahankan warisan Palestina pada saat komunitas mereka dalam tekanan besar.

Di atas kios-kios yang menjual sulaman karya para perempuan Kristen dan Muslim, para pekerja membentang lampu-lampu natal hingga ke Gereja St Gabriel.

Mata air di ruang bawah gereja, menurut tradisi Kristen Ortodoks, dipercaya sebagai tempat Maria (Maryam) mengambil air saat malaikat Gabriel (Jibril) mengatakan dia akan melahirkan Yesus (Isa).

Bentuk sulaman yang paling umum adalah “tatreez.” Tatreez adalah pola sulaman tusuk silang di kanvas putih yang banyak dibuat oleh komunitas Arab di seluruh Israel dan di kota-kota Palestina sepanjang Tepi Barat dan Gaza.

Baca: Presiden Palestina Bahas Nasib Yerusalem saat Temui Paus Fransiskus

“Ada perasaan bahwa kami, warga Palestina di Israel, mulai kehilangan identitas kami, bahasa kami, dan warisan kami,” kata Violette Khoury, direktur Nasijona, perkumpulan perempuan yang menjelang Natal mengadakan pelatihan keterampilan sulam pada generasi muda.

“Di sekolah kami, anak-anak tidak belajar tradisi ini. Mereka tidak belajar mengenai sejarah mereka,” kata Khoury menambahkan. 

“Jadi kami memutuskan untuk mendatangkan generasi yang lebih tua, yang kebanyakan lahir sebelum Israel, ke pelatihan ini untuk mengajar kerajinan tradisional ke generasi muda.”

Menjaga cara-cara yang dijalankan oleh para tetua mereka menjadi penting, khususnya di tahun dimana banyak anggota komunitas mereka merasa terdampak secara negatif oleh peraturan baru yang diterapkan pemerintah Israel.

Tahun 2018 ini, Israel memberlakukan undang-undang “negara-bangsa.” Undang-undang itu menyatakan hanya warga Yahudi yang berhak menentukan nasib sendiri di “tanah air bersejarah bangsa Israel” dan menghapuskan bahasa Arab sebagai bahasa resmi bersama bahasa Ibrani.

Baca: Arab Saudi Larang Jutaan Warga Palestina Beribadah Haji dan Umrah, Permintaan Israel?

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved