DLH Bolmong Dapat Bantuan 7 Motor Pengangkut Sampah

DLH Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) akan menyerahkan 7 kendaraan pengangangkut sampah

DLH Bolmong Dapat Bantuan 7 Motor Pengangkut Sampah
aljazeera.com
Ilustrasi sampah 

DLH Bolmong Dapat Bantuan 7 Motor Pengangkut Sampah 

Laporan wartawan Tribun Manado, Maickel Karundeng

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Lingkungan Hudup (DLH) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) akan menyerahkan 7 kendaraan pengangangkut sampah untuk mengatasi sampah yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Bolmong.

DLH Bolmong mendapat dukung dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI).

 

Baca: Olly Targetkan Tahun 2019 Semua Warga Sulut Dilindungi BPJS

 

Baca: Gelar Sangadi Cup 2018, Karang Taruna Bulawan Cari Bibit Pemain Futsal Potensial

"Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan motor sampah yang berjumlah tujuh unit," kata Kepala DLH Bolmong Abdul Latif, Jumat (14/12).

Sebelumnya, Pemkab Bolmong juga mengadakan delapan unit motor sampah melalui APBD, dan mendapat dua unit truk sampah dari Corporate Sosial Responsobility (CSR) Bank SulutGo.

“Secara keseluruhan, ada 15 motor sampah dan dua unit mobil truk. Rencanannya akan ditempatkan di titik-titik yang jumlah volume sampahnya cukup tinggi. Seperti di pasar, ataupun wilayah yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, rencanannya dua unit motor pengangkut sampah akan dihibahkan kepada dua Bank Sampah yang berada di Desa Ibolian dan Desa Mopuya.

Untuk sepuluh motor sampah akan diserahkan kepada kelompok pemerhati lingkungan. Sedangkan tiga motor sampah dan dua truk pengangkut sampah akan dipakai untuk mengatasi sampah di Kecamatan Lolak.

“Yang pasti semua kendaraan pengangkut sampah untuk mengatasi titik-titik sampah yang berada di Bolmong. Di tahun 2019, DLH sendiri telah menyiapkan anggaran untuk 10 orang petugas, guna membersihkan sampah-sampah di wilayah Kecamatan Lolak,” ungkap Latif.

Sementara itu, penyerahannya masih akan diagendakan dan menunggu petunjuk pimpinan. Untuk sekarang, yang menjadi kendala adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulut, berlokasi di Desa Inuai, yang hingga sdaat ini belum diserahkan kepada daerah.

“Yang pasti, tahun depan akan diserahkan seluruh kendaraan pengangkut sampah ini. Namun, sampai sekarang TPA di Desa Inuai belum diserahkan oleh pihak PU Provinsi Sulut. Jadi, sampahnya akan d ibuang kemana?. Itu yang menjadi kendala saat ini,” jelasnya.

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved