Hingga 12 Desember 2018 Sudah10 Rumah Terbakar di Kotamobagu, Kerugian hingga Rp 1,7 Milliar

Hingga 12 Desember 2018 Sudah 10 Rumah Terbakar di Kotamobau, Kerugian hingga Rp 1,7 Milliar.

Hingga 12 Desember 2018 Sudah10 Rumah Terbakar di Kotamobagu, Kerugian hingga Rp 1,7 Milliar
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Kabid Pemadam Kebakaran dan Sarana Prasarana Dinas Sat Pol PP dan Damkar, Erwin Sugeha 

Laporan Wartawan Tribun manado, Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Sepanjang tahun 2018, hingga Rabu (12/12/2018) jumlah kebakaran yang terjadi yakni ada 15 kejadian. Yang terbakar ada dua gudang, 10 rumah, satu gedung perusahaan, dan dua kantor.

Kerugian dari semua kejadian tersebut yakni sebesar Rp 1.786.000.000.

"Yang paling parah yakni kejadian kebakaran di PLN Kelurahan Biga," ujar Erwin Sugeha Kabid Pemadam Kebakaran dan Sarana Prasarana Dinas Sat Pol PP dan Damkar, kepada Tribun Manado.

Lanjut Erwin jumlah kejadian 2018 lebih sedikit dibanding kejadian kebakaran pada tahun 2017.

Baca: Harbolnas 12.12 - Simak Beragam Promo Menarik di Bukalapak, Catat Waktu & Ketentuan!

Baca: (VIDEO) Bayi Kembar Tiga dan Ibunya Mendekam di Rutan Bireuen

"Ada 25 kejadian kebakaran, yang terbakar 34 rumah, dua gudang tiga perusahaan, satu kantor, dan lima kendaraan. Yang paling parah terjadi di Kotamobagu Barat. Dari empat kali kejadian ada 26 rumah yang terbakar," ujar Erwin.

Namun meski banyak kejadian di 2017, namun kerugian lebih sedikit dibanding di 2018 yakni Rp 1.312.000.000.

Erwin kemudian mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan dan mengontrol semua fasilitas.

Baca: (VIDEO) Polsek Ciracas Dibakar Sekelompok Orang Diduga Kurang Puas dengan Penanganan Kasus

Baca: Kawanua Manado International dari 4 Negara Kagumi Keindahan Alam Minsel

"Kalau keluar rumah colokan kabel harus dicek, pastikan dalam keadaan off. Begitu juga dengan konvor. Karena kebanyakan kebakaran terjadi karena colokan lupa cabut dan konfor belum mati saat ditinggalkan. Penyebabnya juga karena menggunakan kabel tidak sesuai standar," ujar dia.

Lanjut Erwin, saat ini telah disampaikan imbauan ke TK, PAUD, SD, SMP, dan SMA  agar menggunakan tabung pengaman. 

"Harus menyediakan tabung. Sehingga minimal untuk langkah awal dari masyarakat, untuk pencegahan. Karena selalu kita sampaikan bahwa kebanyakan kejadian api sudah besar baru kita ke lokasi. Memang kita membutuhkan waktu 15 menit mulai dari persiapan, sampai ke lokasi," ujar dia.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved