Tak Masuk 10 Destinasi Wisata di Indonesia, Andrei Angouw Harap KEK Harus Segera Terwujud

Tak masuk 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia, Sulut tak kecewa. Malah itu dijadikan pemicu untuk membangun pariwisata

Tak Masuk 10 Destinasi Wisata di Indonesia, Andrei Angouw Harap KEK Harus Segera Terwujud
Tribun manado/Arthur Rompis
Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Menteri Pariwisata 

TRIBUN MANADO.CO.ID, MANADO - Tak masuk 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia, Sulut tak kecewa. Malah itu dijadikan pemicu untuk membangun pariwisata.

"Tidak masalah kita tak masuk 10 destinasi wisata unggulan, yang penting adalah bagaimana membawa sebanyak mungkin wisatawan ke Sulut, " kata Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw di hadapan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam sebuah pertemuan, Selasa (11/12) siang.

Ia berharap berharap Menteri Pariwisata Arief Yahya segera mempercepat KEK Pariwisata di Likupang.

KEK Pariwisata yang merupakan satu-satunya di Indonesia bakal jadi "penebus dosa" kementerian yang tidak memasukkan Sulut sebagai 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia.

"Masyarakat Sulut berharap KEK pariwisata dipercepat agar semakin banyak turis yang berkunjung ke Sulut, " kata dia.

Dikatakan Angouw, pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas 1.000 hektare untuk KEK Pariwisata.

Pemprov juga sudah menyiapkan jalan menuju ke Likupang.
"Agar perjalanan bandara ke likupang tak sampai sejam," kata dia.

Baca: Gubernur Olly Ketemu Perwakilan Pemerintah Cina di Kolongan, Tindaklanjut Proyek KEK Likupang

Baca: Vodka Berbahan Captikus Bisa Jadi Oleh Oleh Bagi Turis China

Dia juga meminta kepada Menteri untuk membantu promosi objek wisata Sulut di dunia international melalui proyek Wonderful Indonesia.

Dikatakannya, promosi international bakal membuat pariwisata Sulut kian meledak.

Menurut dia, Pariwisata Sulut telah menjadi penolong bagi Sulut di tengah merosotnya komoditas ekspor.

Suasana Pantai Paal, Marinsow, Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu (22/08/2018).
Suasana Pantai Paal, Marinsow, Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu (22/08/2018). (TRIBUN MANADO/FERDINAND RANTI)

"Pariwisata mendampak hingga ke sektor terbawah masyarakat, pariwisata telah jadi leading sektor, " katanya.

Ia menyatakan China merupakan negara potensial bagi pariwisata karena kemajuan ekonominya.

Dan posisi China sangat dekat dengan Sulut hingga mustinya Sulut jadi wilayah prioritas objek wisata bagi turis China.

"Di sini adalah daerah bahari, turis China suka wisata bahari, perjalanan Manado-China hanya 3 jam saja, " beber dia.

Angouw membantah anggapan turis Tiongkok sebagai turis berbiaya rendah. "Mereka habiskan banyak uang di sini, hitung saja berapa yang ikut paralayang, mereka masuk restoran makan," katanya.

Ia hakul yakin permasalahan turis China yang terjadi di Bali takkan jadi di Manado. "Yang bermasalah kan hanya money changer, namun mereka kan makan dengan sayur dan ikan yang dihasilkan petani Indonesia, " kata dia.(art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved