Berita di Bitung

Kasus Ayah Tiri Aniaya Bocah 1 Tahun, Ketua LPA Sulut: Keluarga Perlu Mendapatkan Bantuan

Kasus Ayah Tiri Aniaya Bocah 1 Tahun, Ketua LPA Sulut: Keluarga Perlu Mendapatkan Bantuan

Kasus Ayah Tiri Aniaya Bocah 1 Tahun, Ketua LPA Sulut: Keluarga Perlu Mendapatkan Bantuan
TRIBUNMANADO
Brilian Latuheru, Ceny Latuheru dan Jull Takaliuang 

TRIBUNMANADO.CO.ID -- Jull Takaliuang, Ketua Komisi Perlindungan Anak Sulut mengatakan kekerasan  terhadap bocah Brilian Latuheru bayi berumur 1 tahun 10 bulan, warga Kelurahan Sagerat, Kota Bitung yang dianiaya ayah tirinya, Muhamad Laode (19) warga Girian Bawah perlu ada perhatian serius dari semua pihak.

Sebab kondisi ekonomi keluarga yang tergantung pada tersangka. Apalagi memiliki anak kecil, adik Brilian.

Sehingga perlu ada pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak P2AP. 

Menurutnya, kewajiban negara adalah menyelamatkan anak, apalagi dengan kondisi keluarga tidak mampu. Dia meminta dari pemerintah Kota Bitung untuk memberikan perhatian.

Baca: 8 Kisah Viral di Medsos di Tahun 2018, Nelayan Wori yang Hanyut ke Jepang hingga Aksi Tirukan Jokowi

"Terkait dengan pelaku yang keberadaannya memiliki hubungan dekat korban, sesuai dengan hukum yaitu UU Nomor 35 tahun 2014, dimana pelaku harus menerima hukuman pemberatan yaitu ditambah sepertiga karena orang dewasa sampai menganiaya dan memiliki hubungan dekat dengan korban," sebutnya.

Dikatakannya, LPA mengharapkan hukum harus ditegakkan hukum terhadap pelaku kejahatan terhadap anak.

"Yang paling penting keluarga dapat mendapat bantuan serius berupa BPJS untuk penanganan operasi korban," katanya.

Ketua Komisi Daerah Perlindungan Anak, Jull Takaliuang
Ketua Komisi Daerah Perlindungan Anak, Jull Takaliuang (TRIBUNMANADO/RYO NOOR)

Sebelumnya diberitakan, Bocah Brilian dianiaya ayah tirinya. Akibat dianiaya, pipi bocah Brilian alami bengkak dan mengeluarkan darah dari mulut.

Kasus penganiayan ayah tiri yang dialami bocah Brilian berawal dari pertengkaran kedua orangtuanya.

"Saya hendak keluar memanggil Oma di acara perayaan natal. Tiba-tiba mendengarkan bentakan dan makian kepada korban. Ketika masuk di rumah, mulut anak saya sudah berlumuran darah," kata Ceny, ibu korban.

Halaman
123
Penulis: Chintya Rantung
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved