Dinas Perikanan Sosialisasikan Penggunaan Alat Tangkap Ramah Lingkungan
Dinas Perikanan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan turun lapangan untuk menggelar sosialisasi penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.
Penulis: | Editor: Siti Nurjanah
Laporan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Untuk meningkatkan hasil tangkap tanpa merusak ekosistem laut, maka Dinas Perikanan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan turun lapangan untuk menggelar sosialisasi penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Awaludin Lamalani melalui Sekretaris Dinas Perikanan Bobi Sampe, Selasa (11/12) di ruang kerjanya.
Baca: Berhasil Raih Piala FFI 2018, Gading Marten Dapat Hadiah Mewah dari Irwan Mussry
Baca: Meski Awal Musim Melempem, Berikut 4 Rahasia Sukses Persija Jakarta Jadi Juara Liga 1 2018
Kata dia, kegiatan yang sudah dilaksanakan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Dudepo akan kembali dilaksankan dengan tujuan yang sama memberikan pemahaman kepada kelompok nelayan.
"Tujuan sosialisasi ini yaitu meningkatkan hasil tangkap namun juga memperhatikan keselamatan lingkungan serta paham akan aturan," jelasnya.
Kata dia, kegiatan seperti ini menghadirkan pemateri yang memiliki kompetensi di bidang perikanan, diantaranya Sapril dan Faizal Riza penyuluh perikanan dari Kementrian Kelautan yang bertugas di Bolsel juga Nori Koruntu selaku instruktur penyelia balai pelatihan penyuluhan Bitung.
"Kita kembali menjelaskan mana biota laut yang bisa ditangkap dan mana yang tidak karena sudah langka dan dilindungi undang-undang," jelasnya.
Baca: (VIDEO) Dokter Selebgram Dihujat usai Edukasi soal Kondom, Dianggap Tak Paham Agama
Baca: (VIDEO) Ahok Siapkan Kejutan Setelah Bebas dari Penjara
Kemudian tentang peletakan rumpon, jalur penangkapan ikan yang sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 26 Tahun 2014 serta materi perencanaan pelayaran.
"Nah kita harap melalui sosialisasi dan turlap ini membuat nelayan makin andal. Dapat memahami-memahami larangan dan mampu menjaga kelestarian ekosistem laut," harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Delfian Giputra Thanta, melalui Kepala Bidang (Kabid) Promosi Wisata Delfian Giputra Thanta mengapresiasi langkah tersebut.
"Sehingga mereka memahami mana ikan yang boleh ditangkap dan mana yang tidak. Apalagi taman laut Bolsel satu diantara tujuan wisatawan mancanegara," jelasnya.
Begitu juga kata dia nanti nelayan mampu menjaga terumbu karang dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sosialisasi-di-pelabuhan-ikan-tpi-bolsel.jpg)