Begini Perkembangan Kasus Bahar bin Smith di Polda Metro Jaya

Selain menjadi tersangka di Bareskrim Polri, penceramah Habib Bahar bin Smith juga harus menjalani proses hukum

Begini Perkembangan Kasus Bahar bin Smith di Polda Metro Jaya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Habib Bahar bin Smith tiba di gedung Bareskrim Polri Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Kamis (6/12/2018). Habib Bahar bin Smith diperiksa sebagai saksi terlapor terkait kasus video ceramah yang diduga menghina Presiden Jokowi dan viral di media sosial. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Selain menjadi tersangka di Bareskrim Polri, penceramah Habib Bahar bin Smith juga harus menjalani proses hukum atas dugaan ujaran kebencian dan atau penghinaan presiden di media sosial menyusul ceramahnya di Palembang pada awal 2017.

Pihak Polda Metro Jaya akan tetap menangani kasus yang telah dilaporkan. Namun, kasus tersebut bisa dilimpahkan dan bisa disatuberkaskan penanganannya di Bareskrim Polri.

"Kalau Polda tergantung perintah, kalau diperintahkan diserahkan ke Bareskrim, akan diserahkan," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan, saat dikonfirmasi, Senin (10/12).

Adi menyatakan saat ini penanganan kasus dugaan ujaran kebencian dengan terlapor Bahar bin Smith di Polda Metro Jaya masih terpisah dengan kasus yang tengah ditangani di Bareskrim Polri.

"Di Bareskrim, Bareskrim. Polda, Polda. Bareskrim nangani, Polda juga nangani," jelasnya.

Namun, untuk penanganan lanjutan kasus di polda tergantung instruksi dari pimpinan Polri. Polda Metro Jaya akan mematuhi jika mendapat perintah dari pimpinan Polri untuk menyerahkan kasus tersebut ke Bareskrim.

Bareskrim Polri telah menetapkan Bahar bin Smith sebagai sebagai tersangka atas sangkaan melanggar Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Dia terancam hukuman pidana lima tahun penjara. Bahar juga telah diperiksa oleh penyidik Bareskrim.

Pemeriksaan dilakukan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri setelah adanya laporan dugaan pidana penghinaan presiden dan diskriminasi ras dan etnis yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith melalui cermahnya. Laporan dilakukan oleh Sekjen Jokowi Mania La ke Bareskrim Polri pada 28 November 2018.

Ceramah Bahar dilakukan saat dalam peringatan Maulid Nabi di Palembang, Sumatera Selatan, pada 8 Januari 2017. Video cermahnya viral dan tersebar di media sosial.

Menurut pelapor, kalimat yang digunakan oleh Bahar dalam ceramahnya dinilai telah menghina Presiden Jokowi dan tak pantas ditujukan kepada seorang Presiden RI.

Selain di Bareskrim Polri, Bahar bin Smith juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid pada 28 November 2018.

Bahar diduga melakukan ujaran kebencian terkait video ceramahnya yang tersebar di media sosial. Penanganan laporan tersebut masih tahap penyidikan dan belum menetapkan pihak tersangka. (tribun network/fah)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved