Kejati Sulut Selamatkan Rp 6 Miliar Selama Tahun 2018

Kejati Sulut merilis telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 6.093.837.372 dan $ 720 USD selama tahun 2018 hingga November.

Kejati Sulut Selamatkan Rp 6 Miliar Selama Tahun 2018
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut M Roskanedi dalam konferensi pers, Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara merilis telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 6.093.837.372 dan $ 720 USD selama tahun 2018 hingga November.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut M Roskanedi mengungkapnya dalam konferensi pers, Senin (10/12/2018).

Baca: 10 Kota Paling Toleran di Indonesia - Wahyu Waluyo Subarni Optimis Tahun Depan Manado Peringkat Satu

Kejati Sulut, bersama 12 Kejaksaan Negeri dan 2 Cabang Kejari di Sulawesi Utara melakukan penyelidikan sebanyak 35 perkara, penyidikan ada 31 perkara, penuntutan asal kasus 31 perkara yang terdiri dari penyidikan kejaksaan 24 kasus dan penyidikan Polri 7 kasus, serta eksekusi 27 kasus.

Baca: Kejati Sulut Gelar Upacara Hari Anti Korupsi Internasional, Kajati M Roskanaedi Bagikan Bunga

"Dari keseluruhan kasus tersebut potensi kerugian negara tahap sidik dan tuntut sebesar Rp 28.724.800.855 dan $ 720 USD. Uang yang berhasil diselamatkan Rp 6.093.837.372 dan $ 720 USD," ujarnya didampingi petinggi Kejati Sulut lainnya.

Ada 6 perkara penyelidikan yang ditangani Kejati Sulut, sementara di tahap penyidikan ada 3 perkara, 2 perkara lagi lainnya penuntutan atau telah diproses di pengadilan. Potensi kerugian negara dari kasus-kasus itu Rp 9.737.065.056.

Baca: Kisah Simon dan Joni yang Lolos dari Kejaran KKB: 3 Hari Berjalan Kaki di Hutan Belantara

Dari jumlah tersebut ada Rp 326.000.000 uang negara yang diselamatkan.

"Banyaknya perkara sama dengan banyaknya tersangka. Jadi setiap satu perkara ada satu tersangka. Setiap perkara korupsi yang kami tangani tidak ada penangguhan penahanan. Semua tersangka kami tahan. Yang sebelumnya sempat ditangguhkan, kami tahan lagi," ujar Roskanedi.

Di antara 12 kejaksaan negeri di jajaran Kejati Sulut, Kejari Minahasa Utara yang melakukan penyelamatan terbanyak uang negara sebesar Rp 2.510.932.315.

Baca: Kejati Sulut Gelar Konferensi Pers Penanganan Kasus Selama 2018

"Kasus korupsi pemecah ombak di Desa Likupang dengan anggaran BPBD Minahasa Utara tahun 2016 dengan terdakwa Junjungan Tambungan, Direktur Tanggap Darurat BNPB adalah perkara pidsus yang paling menarik perhatian. Kerugian negara Rp 8,813 miliar," jelasnya. (fin)

Penulis: Finneke
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved