XL Axiata dan Telkom Pacu Bisnis Internet TV

Layanan internet rumah merupakan ceruk pasar legit bagi operator seluler. Mereka berkompetisi memperebutkan

XL Axiata dan Telkom Pacu Bisnis Internet TV
Baca
XL Axiata, ,Indosat Ooredoo, 3, Telkomsel, Smartfren 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Layanan internet rumah merupakan ceruk pasar legit bagi operator seluler. Mereka berkompetisi memperebutkan pelanggan lewat pengembangan infrastruktur fiber to the home (FTTH) dan fitur yang ditayangkan.

PT XL Axiata Tbk, misalnya, memperkaya layanan XL Home dengan menggandeng Netflix. Operator telekomunikasi yang tercatat dengan kode saham EXCL di Bursa Efek Indonesia tersebut menargetkan pemasangan 500.000 homepass atau sambungan internet rumah pada tahun depan.

XL Axiata pun menerapkan strategi ekspansi. "Kami memulai dari pinggir kota seperti  kawasan Bekasi dan Tangerang," kata Abhijit Navalekar, Direktur Corporate Strategy & Business Development PT XL Axiata Tbk, Rabu (5/12) pekan lalu.

Gaurav Pradha, Director of South East Asia Business Development Netflix mengungkapkan, kerjasama dengan XL Axiata dapat memudahkan pengguna Netflix mengakses layanan. Mereka berjanji menyuguhkan kualitas gambar  yang memiliki definisi tinggi dan bebas iklan.

Sementara PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sudah lebih dulu bermain dalam bisnis internet rumah melalui IndiHome. Sepanjang tahun lalu , jumlah pelanggan IndiHome mencapai 3 juta, maka per November 2018 naik menjadi 5 juta pelanggan.

Meski lebih senior, pengembangan internet rumah Telkom masih terkendala oleh edukasi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital.

"Edukasi bakal menciptakan permintaan bagi layanan IndiHome yang lebih luas," tutur Arif Prabowo, Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Indonesia Tbk kepada KONTAN, Jumat (7/12).

PT XL Axiata Tbk akan menyerahkan fasilitas internet cepat program donasi kuota untuk 135 Sekolah di Sulawesi Utara (Sulut).
PT XL Axiata Tbk akan menyerahkan fasilitas internet cepat program donasi kuota untuk 135 Sekolah di Sulawesi Utara (Sulut). (ISTIMEWA)

Potensi Pasar Video on Demand

Persaingan pasar video on demand juga tak kalah seru. Selain tayangan yang lebih variatif, tingginya tingkat pemakaian telepon pintar mendorong pasar video on demand berkembang pesat.

Hooq mengklaim telah merangkul 30 juta pengunduh.  "Jika dibandingkan tahun lalu kurang lebih tumbuh 100%," kata Guntur S Siboro, Country Manager Hooq Indonesia kepada KONTAN, Jumat (7/12).

Selain video on demand, Hooq menyediakan tontonan free to air atau tayangan kanal TV lokal dan internasional yang bisa disaksikan secara streaming. Dua pekan lalu, mereka merilis kanal K-Drama yang berisi tontonan khusus drama Korea Selatan.

Tiara Sugiyono, Marketing Manager Iflix Indonesia juga mengatakan pertumbuhan subscriber terus meningkat sejak masuk Indonesia pada tahun 2016. Namun mereka tidak bisa mengungkapkan jumlah pastinya. (Harry M/Erviana B)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved