Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

China Desak Kanada Bebaskan Petinggi Huawei yang Ditahan

China mendesak pemerintah Kanada agar membebaskan Chief Financial Officer (CFO) Huawei, Meng Wanzhou.

Editor: Fernando_Lumowa
straitstimes.com/tribunnews.com
Meng Wanzhou seorang petinggi Huawei ditangkap di Kanada karena permintaan Amerika Serikat, 1 Desember 2018 silam. 

China Desak Kanada Bebaskan Petinggi Huawei yang Ditahan

TRIBUNMANADO.CO.ID - China mendesak pemerintah Kanada agar membebaskan Chief Financial Officer (CFO) Huawei, Meng Wanzhou. Petinggi Huawei itu ditangkap di bandara Kanada, Minggu (2/12/2018) lalu dengan tuduhan telah melanggar penerapan sanksi ekonomi AS terhadap Iran.

Baca: Pernikahan Kakek 84 Tahun Dengan Wanita Berusia 48 Tahun, Ternyata Ini Sosok Pengantinnya

Baca: Menjual Rumahnya, Pria Ini Tinggal di Gua Demi Membuat Toilet Terbaik di Dunia

Permintaan pembebasan WanZhou dilayangkan oleh China, lantaran kasus itu belum jelas duduk perkaranya.

"Kami diberikan sedikit informasi terkait penangkapan Meng Wangzhou, dan tidak mengetahui apa kesalahannya," ujar perwakilan Huawei, Chase Skinner.

Menurut pemerintah China, Wanzhou tidak melanggar hukum AS atau Kanada. Kalaupun melanggar, penyebabnya harus diinformasikan. Ditambah lagi, penahanan yang tak beralasan itu bisa melanggar hak asasi manusia.

Baca: Patung Bunda Mariah Menangis Darah di Argentina, Konon Bertuah dan Bisa Menciptakan Mukjizat

CFO Huawei, Meng Wangzhou.
CFO Huawei, Meng Wangzhou.(Istimewa)

Dilansir KompasTekno dari BusinessInsider, Sabtu (8/12/2018), berdasarkan hukum yang berlaku di Kanada, seluruh penyergapan wajib diberi tahu ke pihak terduga atau ke khalayak, terkait penyebabnya.

Baca: Kocak! 12 Foto Behind the Scene Ini Buktikan Betapa Tak Bisa Dipercayanya Instagram

 

 

Baca: Jika Gagal di Pilpres 2019, Prabowo Pilih Pensiun dan Kembali Berkuda

Rumor yang beredar soal penahanan Wangzhou adalah, Kanada diminta oleh AS untuk menahannya, karena negara dengan pemerintahan yang dipimpin Donald Trump itu sudah membidik Huawei sejak konflikperdagangan AS-China memanas.

Raksasa ponsel China itu disebut sudah menjadi sasaran penyelidikan otoritas AS sejak 2016 silam, lantaran dugaan pelanggaran ekspor beberapa barang asal Amerika Serikat yang dilakukan Huawei ke Iran, dan beberapa negara lain.

Belum lagi peraturan yang dilayangkan Trump bahwa ponsel bikinan Huawei tak boleh masuk China, seakan menambah ketegangan perang dagang antara dua negeri.

Kini, wanita yang memiliki nama lain Sabrina Meng itu menghadapi sidang perdananya pada Jumat (7/12/2018) waktu setempat.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved