Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Dugaan Kronologi Penembakan 31 Pekerja di Kabupaten Nduga

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengungkap kronologi pembunuhan terhadap 31 pekerja PT. Istaka Karya.

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
Kompas.com
Terpergok Foto Diam-diam Diduga Jadi Sebab Penembakan Massal 31 Pekerja Jembatan di Papua oleh KKB 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah 31 pekerja proyek Trans Papua dibunuh di Kabupaten Nduga.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengungkap kronologi pembunuhan terhadap 31 pekerja PT. Istaka Karya.

Puluhan pekerja proyek Trans Papua diduga dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Informasi terkait pembunuhan datang dari masyarakat pada Senin (3/12/2018) pukul 15.30 WIT.

Baca: Orang yang Sering Mendengkur Bisa Terkena Penyakit Mematikan Ini Loh! Hati-hati ya

Informasi dari masyarakat, pembunuhan terjadi di proyek pembangunan jembatan di Kali Yigi

dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga.

 Jembatan bagian dari proyek Trans Papua itu dikerjakan oleh PT. Istaka Karya.
"Dari informasi masyarakat bahwa pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak, Fistrik Yigi, Kabupaten Nduga,"ujar Kamal, dalam keterangannya seperti dikutip Tribunstyle.com dari Tribunnews.com, Selasa (4/12/2018).

Sebelum kejadian, Project Manager PT. Istaka Karya untuk peket pembangunan jembatan Hambe-Mugi, Cahyo, mengaku mendapat telepon pada Sabtu (1/12/2018) pukul 20.30 WIT.

Cahyo mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh koordinator lapangan proyek jembatan Habema-Mugi bernama Jhoni.

Baca: Terkait Penembakan 31 Pekerja Jembatan di Nduga, Ini Intruksi Presiden Jokowi

"Akan tetapi Bapak Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut," jelasnya.

Pada Jumat (30/12/2018) pukul 04.00 WIT, informasi dari pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena mencatat satu mobil Stranda dengan supir ayas nama MS dengan muatan BBM solar milik PT. Istaka Karya menuju Camp Istaka Katya di Sistrik Yigi.

Mobil itu membawa 5 pegawai dan tiba kembali di Wamena pukul 18.30 WIT.

Sehari kemudian, Minggu (1/12/2018) pukul 02.00 WIT, tercatat dua orang menuju ke Camp Distrik Yigi.

Dimana masing-masing mobil membawa 15 orang pekerja proyek dari PT. Istaka Karya.

"Pada tanggal 2 Desember 2018, pukul 20.00 WIT, 1 mobil Strada kembali ke Wamena dan pada hari Senin tanggal 3 Desember 2018, 1 mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua 

Kabupaten Nduga," kata dia. "Dari informasi bahwa 1 mobil strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena," imbuh Kamal.

Mendapat informasi itu, personil gabungan TNI-Polri pimpinan Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP R.L. Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi pada Senin (3/12/2018).

"Namun saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah 1 mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan di blokir oleh Kelompok Kriminal Bersenjata,"pungkasnya.

(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved