Internasional

Tensi dengan Ukraina Memanas, Rusia Uji Coba Persenjataannya

Militer Rusia dilaporkan menguji coba sistem pertahanan rudalnya di tengah ketegangan yang terjadi sejak Minggu (25/11/2018).

Tensi dengan Ukraina Memanas, Rusia Uji Coba Persenjataannya
kompas.com
Sistem pertahanan anti-serangan udara Pantsir-S1 ketika menjalani uji coba di lapangan latihan Ashuluk, April 2018. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Militer Rusia dilaporkan menguji coba sistem pertahanan rudalnya di tengah ketegangan yang terjadi sejak Minggu (25/11/2018).

Baca: Augusto Pinochet, Presiden dan Diktator Chile

Diwartakan Newsweek Jumat (30/11/2018), Rusia menempatkan sistem pertahanan anti-serangan udara Pantsir-S di Semenanjung Crimea.

Dalam keterangan resminya, Distrik Militer Selatan berkata penempatan itu terjadi setelah sistem itu menjalani uji coba di Kapustin Yar, Region Astrakhan.

"Para personel menjalani pelatihan khusus di pusat pelatihan pertahanan udara Krasnodar dalam rangka mengoperasikan Pantsir-S," ujar distrik selatan.

Pelatihan itu mencakup simulasi serangan dari pesawat tempur, drone, serta senjata presisi lain, dan elemen perangkat elektronik penunjang.

Sistem pertahanan anti-serangan udara Pantsir-S1 ketika menjalani uji coba di lapangan latihan Ashuluk, April 2018.
Sistem pertahanan anti-serangan udara Pantsir-S1 ketika menjalani uji coba di lapangan latihan Ashuluk, April 2018. (kompas.com)

Dari latihan tersebut, Distrik Militer Selatan menyatakan unit yang ditopang brigade anti-udara itu mampu menghancurkan 50 target.

Penempatan Pantsir-S menyusul mobilisasi sistem pertahanan rudal S-400 serta rudal penjelajah subsonik anti-kapal Kh-35 Bal.

Mobilisasi tersebut terjadi pasca-insiden di Selat Kerch di mana Rusia menembak dan menahan tiga kapal perang milik Ukraina.

Baca: David Ben Gurion, Pendiri Negara Israel

Dua kapal artileri ringan, Berdyansk dan Nikopol, serta kapal tongkang Yana Kapa dianggap melanggar wilayah maritim Rusia.

Sebanyak 24 pelaut, tiga di antaranya terluka, dihadirkan di pengadilan Crimea dan diperintahkan untuk ditahan selama dua bulan.

Halaman
12
Editor: Alex Bryan Tarore
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved