Internasional

Kapal Perang China Hadang Kapal Perang Amerika Serikat di Laut China Selatan

Militer China menyatakan mereka telah mengirim pasukan untuk menghadang kapal perang Amerika Serikat (AS) yang berlayar di Laut China Selatan.

Kapal Perang China Hadang Kapal Perang Amerika Serikat di Laut China Selatan
kompas.com
USS Chancellorsville, kapal penjelajah berkekuatan rudal pemandu milik Amerika Serikat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Militer China menyatakan mereka telah mengirim pasukan untuk menghadang kapal perang Amerika Serikat (AS) yang berlayar di Laut China Selatan.

Dalam pernyataan yang dirilis Komanda Pasukan Selatan, kapal penjelajah berkekuatan rudal pandu USS Chancellorsville memasuki perairan di Kepulauan Paracel Rabu (28/11/2018).

Baca: David Ben Gurion, Pendiri Negara Israel

Diwartakan SCMP Sabtu (1/12/2018), masuknya kapal perang kelas Ticonderoga itu tidak mendapat persetujuan dari Beijing.

Karena itu, Komando Selatan mengirim kapal perang dan kekuatan udara untuk memantau dan memberi peringatan kepada Chancellorsville agar keluar.

"Komando bakal terus melakukan pengawasan ketat terhadap laut dan udara untuk mencegah kondisi yang bisa mengancam keamanan nasional," demikian penjelasan militer.

Baca: Tensi dengan Ukraina Memanas, Rusia Uji Coba Persenjataannya

Komando Pasukan Selatan meminta kepada militer AS untuk membenahi armada laut maupun udaranya untuk menghindari miskalkulasi.

Pernyataan militer diperkuat keterangan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang bahwa kapal perang itu sudah masuk perairan mereka tanpa izin.

USS Chancellorsville, kapal penjelajah berkekuatan rudal pemandu milik Amerika Serikat.
USS Chancellorsville, kapal penjelajah berkekuatan rudal pemandu milik Amerika Serikat. (kompas.com)

Juru bicara Armada Pasifik AS Nathan Christensen merespon dengan berkata pihaknya sengaja menggelar operasi untuk menantang klaim Beijing.

"USS Chancellorsville sengaja berlayar dekat Paracel sebagai tantangan terhadap segala bentuk klaim dan mempertahankan akses sesuai hukum internasional," kata Christensen.

Operasi terbaru di Laut China Selatan terjadi setelah insiden terakhir antata kapal perang AS dengan China pada 30 September.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved