Garam dan Ikan Teri Juga Tercemar Plastik Mikro, Paling Tinggi di Makassar dan Bitung

Pencemaran plastik di lautan semakin mengkhawatirkan. Selain meracuni organisme laut, pencemaran plastik juga mengancam manusia

Garam dan Ikan Teri Juga Tercemar Plastik Mikro, Paling Tinggi di Makassar dan Bitung
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Petugas Kantor Kesyahbandaran Ototiras Pelabuhan (KSOP) Manado ikut mengangkat sampah plastik di laut, dalam kegiatan bersih-bersih pantai, Sabtu (29/9/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pencemaran plastik di lautan semakin mengkhawatirkan. Selain meracuni organisme laut, pencemaran plastik juga mengancam manusia. Studi terbaru menemukan kandungan plastik mikro pada garam dan ikan di Indonesia.

Melansir Kompas.id, Jumat (30/11/2018), plastik mikro pada garam dan ikan Indonesia ditunjukkan lewat dua penelitian terpisah yang dilakukan peneliti Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan Pusat Oceanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Kami menemukan adanya 10-20 partikel plastik mikro per kilogram garam. Jenis plastik pada garam mirip dengan temuan di air, sedimen, dan biotanya," kata peneliti kimia laut dan ekotoksikologi Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Reza Cordova, di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Reza melakukan penelitian terkait plastik mikro pada garam di beberapa tambak daerah pantai utara Jawa, yaitu di Pati, Kudus, Demak, dan Rembang.

"Kami menduga plastik mikro pada garam ini berasal dari air laut yang memang sudah tercemar. Selain itu, ada juga kemungkinan masuknya plastik mikro setelah pemanenan karena banyak menggunakan plastik," kata dia.

Baca: Seekor Sapi Jantan Ditemukan Mati dengan Perut Penuh Sampah Plastik

Baca: Perut Penuh Dengan Plastik, Seekor Paus Ditemukan Terdampar di Perairan Wakatobi

Plastik mikro (microplastics) adalah partikel plastik berdiamater kurang dari 5 milimeter (mm) atau sebesar biji wijen hingga 330 mikron (0,33 mm). Plastik nano (nanoplastics) ukurannya lebih kecil dari 330 mikron.

Sementara itu, penelitian tim Unhas dilakukan di tambak garam Janeponto, Sulawesi Selatan.

"Kami mengambil contoh air, sedimen, dan garam pada tambak yang airnya bersumber dari saluran primer laut. Ada delapan titik yang di-sampling dengan dua kali ulangan, jadi kami kumpulkan 16 sampel air dan sedimen," jelas Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, Akbar Tahir.

Akbar melanjutkan, sebanyak tujuh sampel garam yang diteliti positif mengandung plastik mikro dengan total kontaminasi 58,3 persen.

Sedangkan 11 dari 16 sampel air yang diteliti mengandung 31 partikel plastik mikro. Tingkat kontaminasinya secara keseluruhan sebesar 68,75 persen.

Halaman
123
Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved