Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

AS Ancam Bakal Gunakan Opsi Militer kepada Iran

Amerika Serikat ( AS) memperingatkan Iranmereka tak segan-segan untuk mengambil opsi menggelar operasi militer.

Editor: Fernando_Lumowa
AFP/THOMAS WATKINS
Berbagai serpihan yang diduga senjata milik Iran dipamerkan di Pangkalan Gabungan Anacostia-Bolling, Amerika Serikat pada 29 November 2018. 

AS Ancam Bakal Gunakan Opsi Militer kepada Iran

TRIBUNMANADO.CO.ID - Amerika Serikat ( AS) memperingatkan Iranmereka tak segan-segan untuk mengambil opsi menggelar operasi militer.

Pernyataan tersebut disampaikan Utusan Khusus Kementerian Luar Negeri untuk Iran Brian Hook dalam konferensi pers di Markas Gabungan Anacostia-Bolling.

Baca: Malaysia Siap Lanjutkan Pencarian MH370 Jika Ada Petunjuk yang Kredibel

Baca: Kabut Asap Tebal Bikin Pasangan Warga Lansia di China Tersesat di Tengah Kota

Diwartakan Newsweek Kamis (29/11/2018), dalam pangkalan itu dipamerkan berbagai jenis potongan benda yang diduga senjata milik Iran.

Di antaranya adalah rudal balistik maupun perlengkapan tempur dari kelompok paramiliter yang berhubungan dengan Iran.

Hook berargumen Teheran sudah menyediakan banyak persenjataan kepada kelompok tersebut baik di Yaman, Suriah, hingga Irak.

Baca: Muslim yang Taat dan Dikagumi Rakyat, Ini Sultan Muhammad V, Raja Malaysia yang Menikahi Miss Moscow

Baca: Kerap Dianggap Angka Setan, Ternyata Ini Makna di Balik 666

Hook mengutip ucapan Presiden Donald Trump yang menjanjikan aksi "cepat dan menentukan" dan meminta Iran untuk memahaminya.

"Sepertinya kami sudah menyampaikan dengan jelas kepada rezim Iran bahwa kami tak ragu untuk menggunakan operasi militer jika kepentingan kami terancam," terang Hook.

"Saya rasa saat ini ketika kami mempunyai opsi militer di meja, kami harus menggunakan semua senjata kami dengan benar," lanjutnya.

Presentasi Hook terjadi setahun setelah Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menggelar kegiatan serupa di tempat yang sama.

Haley menggelar pernyataan resmi setelah Houthi menembakkan rudal balistik jarak dekat Burkan H2 dengan target Bandara King Khaled November 2017 lalu.

Arab Saudi mengklaim sistem pertahanan anti-serangan udaranya berhasil mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman tersebut.

Houthi menguasai Yaman setelah melengserkan Presiden Abd-Rabbo Mansour Hadi yang diakui dunia internasional, dan membuat Saudi melakukan intervensi pada 2015.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved