Klarifikasi Pemberitaan, KNKT: Lion Air Layak Terbang

Hanya berselang sehari, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengubah pernyataan soal

Klarifikasi Pemberitaan, KNKT: Lion Air Layak Terbang
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat memberikan keterangan pers penemuan Black box Lion Air JT 610 di Tanjung priuk JICT 2, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018). Black box ditemukan di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya Lion Air JT 610 dengan kedalaman 30 meter. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Hanya berselang sehari, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengubah pernyataan soal pesawat Lion Air PK-LQP.

KNKT memberikan klarifikasi atas sejumlah pemberitaan yang menyebut pesawat Lion Air PK-LQP tak layak terbang sejak dari Denpasar ke Jakarta.

Pada Rabu (28/11/2018), KNKT menilai pesawat itu tidak layak terbang saat menempuh rute dari Denpasar ke Jakarta pada 28 Oktober 2019, atau sehari sebelum pesawat itu jatuh.

Namun pernyataan itu diklarifikasi kembali. " Pesawat Lion Air Boeing B 737-8 (MAX) registrasi PK-LQP dalam kondisi laik terbang saat berangkat dari Denpasar Bali dengan nomor penerbangan JT 043, dan pada saat dari Jakarta dengan nomer penerbangan JT 610," ujar Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Nurcahyo mengatakan, menurut peraturan di Indonesia, pesawat dinyatakan laik terbang jika Aircraft Flight Maintenance Log (AFML) telah ditandatangani oleh engineer (releaseman). Tanggapannya, bila ada masalah, pilot akan melaporkan persoalan itu setelah mendarat.

Kemudian engineer melakukan perbaikan dan disusul dengan pengujian. Setelah hasilnya tepat, engineer akan menandatangani AFML. Pesawat pun dinyatakan layak terbang.

"Salah satu kondisi yang menyebabkan kelaikudaraan (airworthiness) berakhir pada saat terbang megalami gangguan. Keputusan untuk memulai atau segera mendarat ada di tangan pilot in command (Kapten)," kata dia.
Sebelumnya, Lion Air meminta KNKT memberikan klarifikasi terkait informasi pesawat PK-LQP tidak layak terbang.

Presiden Direktur Lion Air Grup Edward Sirait mengatakan, dalam pemberitaan yang muncul disebutkan bahwa pesawat PK-LQP saat menempuh rute dari Denpasar ke Jakarta 28 Oktober 2019 malam, atau sehari sebelum jatuhnya pesawat tersebut di perairan Karawang.

"Pernyataan ini menurut kami tidak benar," ujar Edward dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (28/11/2018). Edward mengatakan, Lion Air meminta KNKT melakukan klarifikasi atas pertanyaan itu pada pada Kamis (29/11/2018) secara tertulis. Bila permintaan klarifikasi itu tidak ditanggapi oleh KNKT, Lion Air, kata Edward, akan mengambil sejumlah langkah, termasuk langkah hukum.

Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait, mengatakan pihaknya akan "mengajukan klarifikasi tertulis ke KNKT". Edward mengatakan, temuan awal KNKT "tidak benar" dan bahwa "pesawat yang menjalani rute dari Denpasar ke Jakarta dinyatakan layak terbang menurut dokumen dan teknisi yang memeriksa pesawat".

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved