Persija Jakarta Ulang Tahun ke-90, Digelar Syukuran Sederhana
Persija Jakarta bakal merayakan hari ulang tahun mereka yang ke-90 secara sederhana.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Persija Jakarta bakal merayakan hari ulang tahun mereka yang ke-90 secara sederhana.
Hal itu diungkapkan direktur utama Persija, Gede Widiade.
Rencananya, Persija hanya akan menggelar acara syukuran pada perayaan ulang tahun itu di kantor Persija, wilayah Duren Tiga PLN, Rabu (28/11/2018).
Kegiatan itu bakal dimulai pada pukul 18.30 WIB.
Manajemen Persija Jakarta pun sudah menyiapkan agenda untuk merayakan hari ulang tahun mereka.
Semua pemangku kepentingan Persija dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Termasuk pemain, ofisial tim, panpel Persija, serta The Jakmania (kelompok suporter Persija) dan para legenda Persija. Selain itu, diundang juga anak yatim-piatu beserta warga sekitar.
Baca: Dapat Kiriman Dana Kampanye Rp 20.000, Prabowo Tulis Surat ke Relawan, Ini Isinya
Direktur utama Persija, Gede Widiade mengungkapkan acara nanti bertema simbol kebanggaan dan kejayaan.
Menurutnya, tema tersebut diambil karena 90 tahun adalah waktu yang panjang untuk Persija mengarungi sepakbola Indonesia.
Sehingga butuh konsistensi berkesinambungan dan Persija sudah melakukannya dengan tidak pernah turun kasta atau terdegradasi dari level kompetisi tertinggi di Tanah Air.
"Sementara untuk kejayaan, Persija sudah menyematkan satu bintang di atas logo yang berarti 10 kali merasakan juara kompetisi sepakbola di kasta tertinggi Indonesia. Tema ini menurut kami sudah pas dan semestinya di usia Persija yang ke 90 tahun," jelas Gede seperti dilansir dari laman resmi Persija.
Media Officer Persija, Eko Yudhiono, memberikan informasi kepada awak media tentang agenda tersebut.
“Acaranya itu dari jam 18.30 WIB sampai selesai. Rencananya di kantor Persija,” kata Eko.
Dalam acara nantinya, manajemen Persija mengundang beberapa anak-anak yatim piatu.
Baca: Manjakan Sang Istri, Roberto Firmino Gunakan Mobil Seharga Rp 6,4 Miliar untuk Bergaya
Manajemen Persija memang sering mengundang anak-anak yatim piatu bila mengadakan pertemuan.
Para pemain Persija musim ini juga akan hadir di acara tasyakuran tersebut.
Acara syukuran itu dilakukan agar Persija bisa lebih berprestasi ke depannya.
“Agenda kami doa bersama dengan anak yatim piatu, pengurus, pemain, official, dan Panpel Persija,” kata Eko.
Perlu diketahui, acara tersebut sama seperti tahun lalu ketika Persija merayakan hari jadinya.
Selama ini era kepemimpinan Gede Widiade tidak ada trofeo Persija yang biasanya digelar ketika jaman Ferry Paulus.
Lahirnya Persija
Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat ini berlaga di Liga Indonesia.
Seperti dilansir dari Wikipedia, Persija didirikan pada 28 November 1928, tepat sebulan setelah Sumpah Pemuda, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ).
VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu-19 April 1930.
Klub ini mendapatkan perhatian yang besar dari Mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso yang merupakan Pembina Persija. Kelompok pendukungnya bernama The Jakmania.
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra).
Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). 0
Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada.
Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.
Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar.
Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija.
Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija.
Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija "baru" itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa.
Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.
TONTON JUGA:
TAUTAN AWAL: http://wartakota.tribunnews.com/2018/11/28/hari-ini-ulang-tahun-persija-ke-90-akan-digelar-syukuran-sederhana?page=all