5 Fakta Kaki Kiri Teguh Sondakh yang Harus Diamputasi hingga Gagal Tes Polisi

Pihak keluarga Teguh Sondakh tak sekadar pasrah dengan kejadian yang menimpanya.

TRIBUN MANADO/ANDREW PATTYMAHU
Pihak keluarga Teguh Sondakh tak sekadar pasrah dengan kejadian yang menimpanya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pihak keluarga Teguh Sondakh tak sekadar pasrah dengan kejadian yang menimpanya.

1. Awal mula hingga kakinya diamputasi

Tgl 5 Februari alami kecelakaan tunggal di Jalan Wolter Mongisidi, Kecamatan Malalayang dan mengalami luka sebesar 5 cm. Selanjutnya pergi ke RS Kandou dan dirawat di IGD oleh dr Haris bersama 7 orang koas dan diberi jaminan bahwa luka itu tidak apa-apa karena kecil.

Sewaktu dalam perawatan ibu korban a/n Olvin Pesik mendengar dari dalam kamar perawatan yang ditutup tirai dr Haris berkata "Apa yang kamu taruh, itu salah".

Usai perawatan selama kurang lebih 30 menit pasien sudah disuruh pulang tapi Olvin punya firasat lain karena kaki pasien sudah bengkak.

2. Pulang dengan hati kecewa

Tgl 6 Februari pukul 12.30 wita pasien pulang dengan hati kecewa.

Pada malam harinya pasien merasa demam dan kaki terus bengkak serta mengeluarkan darah busuk.

3. Kaki tak kunjung sembuh

Tgl 7 Februari pukul 05.00 Wita pasien kembali dibawa ke RS Kandou.

Teguh Sondakh ditemani ibunya.
Teguh Sondakh ditemani ibunya. (TRIBUN MANADO/ANDREW PATTYMAHU)

Saat dibawa dokter yang menangani pasien menyatakan pertolongan pertama yang dilakukan pada 5 Februari lalu salah penanganan

4. Pengangkatan daging yang membusuk

Tgl 8 Februari Teguh menjalani operasi pengangkatan daging busuk di betis sebelah kirinya.

Selanjutnya kepada Ibu Olvin (orangtua pasien) disampaikan oleh tim medis kalau kaki Teguh masih berwarna coklat dan mengeluarkan darah busuk dalam beberapa hari ke depan maka akan dilakukan penanganan lebih lanjut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved