Cerita Penjual Makanan

Cerita Penjual Makanan di Boulevard Dua Manado, Bangun Tenda Tiap Sore hingga Raup Rp 7 Juta Sebulan

Menjelang sore pada Selasa (27/11/2018) di pesisir Pantai Boulevard Dua, Kota Manado berdiri deretan kios beratap terpal dengan tiang bambu

Cerita Penjual Makanan di Boulevard Dua Manado, Bangun Tenda Tiap Sore hingga Raup Rp 7 Juta Sebulan
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Penjual di Boulevard Dua Manado, Bangun Tenda Tiap Sore hingga Untung Rp 7 Juta per Bulan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menjelang sore pada Selasa (27/11/2018) di pesisir Pantai Boulevard Dua, Kota Manado berdiri deretan kios beratap terpal dengan tiang bambu sebagai penyangga yang menyediakan kuliner.

Beberapa warga yang melintas di jalan tersebut pun berhenti di trotoar tepi Jalan di Kelurahan Sindulang dua, Lingkungan tiga untuk menikmati senja sambil menyeruput kopi susu ditemani pisang goreng.

Sementara itu, pedagang lain masih sibuk membangun tenda. terdengar suara ketukan palu di sejumlah warung yang dibangun.

Baca: Minyak Kelapa Lebih Mahal dari Minyak Sawit, Kepala Balitpalma Sulut: Minyak Kelapa Lebih Sehat

Merry Pieters (38) penjual mengatakan kios dibuka saat hari mulai sore dan tutup sebelum tengah malam,

"Karena kios yang hanya didisain sementara maka harus dipasang sore dan dibongkar lagi saat malam," katanya sambil menata kursi dan meja.

Penjual di Boulevard Dua Manado, Bangun Tenda Tiap Sore hingga Untung Rp 7 Juta per Bulan
Penjual di Boulevard Dua Manado, Bangun Tenda Tiap Sore hingga Untung Rp 7 Juta per Bulan (TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW)

Merey mengaku dirinya bersama sejumlah pedagang yang lain sudah berjualan di lokasi yang sama selama dua tahun dan merupakan mata pencaharian utama untuk menghidupi keluarganya.

Keuntung yang didapatnya pun lumayan besar yakni Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu setiap hari.

Hasilnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Dari omset yang diperoleh per bulan sekitar Rp 7 jutaan, saya bisa menyekolakan anak, membangun rumah, dan kebutuhan dasar sehari-hari," katanya.

Baca: Atlet dan Pelatih Popwil V Keluhkan Ukuran Seragam, Ini Kata Kadispora Sulut

Namun, Merry khawatir saat memasuki akhir tahun karena cuaca ekstrem mengancam usaha mereka yang berada di dekat pantai.

"Walau pun omset tinggi itu karena cuaca bersahabat, lain lagi ceritanya kalo cuaca buruk seperti saat ini yang sudah dekat musim hujan bisa saja kami tidak bisa jualan karena hujan yang bisa terjadi bahkan berhari-hari," tandasnya.

Para penjual yang membangun tenda tersebut umunya warga setempat. Namun, ada pula penjual luar Manado yang berjualan di

atas kendaraan.

TONTON JUGA:

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved