Bawaslu Minahasa Selatan Minta KPU Selektif Mendata Orang Gila

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minahasa Selatan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar melakukan pendataan jumlah orang gila

Bawaslu Minahasa Selatan Minta KPU Selektif Mendata Orang Gila
Tribun manado / Andrew Pattymahu
Komisioner Bawaslu Minsel Franny Sengkey 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minahasa Selatan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar melakukan pendataan jumlah orang gila yang akan bakal menggunakan hak suaranya pada pemilihan 17 April 2019.

Hal ini untuk merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan orang gila untuk berpartisipasi pada pesta demokrasi mendatang.

"Namun pendataan ini harus sesuai dengan koridor yang sudah ditetapkan bersama. KPU Minsel harus memastikan data identitas orang gila tervalidasi secara matang," ucap Franny Sengkey Komisioner Bawaslu Minsel, Selasa (27/11/2018).

Baca: Bawaslu Minsel Temukan Data Pemilih Invalid di Empat Kecamatan

Apalagi lanjutnya, putusan MK itu ada unsur kategori untuk orang gila, itu berarti tidak semua orang gila bisa memilih.

Untuk melakukan pendataan kategori gangguan jiwa berat dan ringan maka harus melalui dokter yang ahli di bidangnya dan itu merupakan tugas dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Semangatnya adalah supaya hak konstitusi pemilih itu terjaga. Kami hanya berharap agar KPU dapat memastikan semuanya itu dengan baik," pungkas dia.

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved