Gelapkan 18 Handphone Milik Perusahaan, Raymond Akhirnya Diadili di PN Manado

Raymond Naray, terdakwa kasus penggelapan penjualan handphone kembali menjalani sidang lanjutan di PN Manado, Sulawesi Utara, Seni

Gelapkan 18 Handphone Milik Perusahaan, Raymond Akhirnya Diadili di PN Manado
TRIBUN MANADO/NIELTON DURADO
PN Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Raymond Naray, terdakwa kasus penggelapan penjualan handphone kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Sulawesi Utara, Senin (26/11/2018).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Benny Octavianus.

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado menghadirkan dua orang saksi, yakni staff finance PT Gemilang Emas Indonesia dan pihak CV Yah Agung Jaya Perkasa.

Inti dari keterangan saksi bahwa terdakwa Raymond merupakan Sales di PT Gemilang Emas Indonesia.

Kasus ini terjadi tahun 2018. Dimana, ada sejumlah barang yang diantar terdakwa tidak sampai ke pihak yang dituju.

Misalnya ke Galaxy Phone, Handphone yang diorder tidak sampai.

Owner Galaxy Phone akhirnya telepon ke kantor terdakwa.

Saat ditanya kepada terdakwa, ia mengaku sudah dibawa.

Selang beberapa hari kemudian, terdakwa sudah tidak bisa dihubungi dan tak masuk kantor lagi.

Tak hanya itu, jumlah paling besar yang digelapkan terdakwa yakni ke CV Yah Agung Jaya Perkasa.

Ada 18 unit handpone dengan total yang digelapkan terdakwa Rp 123 juta.

Untuk diketahui, menurut dakwaan JPU, kasus ini terjadi pada tanggal 13 Juni 2018, di PT. Gemilang Emas Indonesia, Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana melanggar kesatu Pasal 374 Jo pasal 64 Ayat (1) KUHPidana dan kedua Pasal 372 Jo pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

(Tribunmanado.co.id/Nielton Durado)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved