PSI Puji Sulut Tak Punya Perda Injil

Partai Solidaritas Indonesia kembali menegaskan komitmen menolak peraturan daerah (perda) agama berbasis Syariah dan Injil.

PSI Puji Sulut Tak Punya Perda Injil
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Mohamad Guntur Romli Nilai Perda Agama Bersifat Politis 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Partai Solidaritas Indonesia kembali menegaskan komitmen menolak peraturan daerah (perda) agama berbasis Syariah dan Injil.

Partai yang diketuai Grace Natalie ini berpandangan munculnya perda berlandaskan agama di sejumlah daerah memunculkan diskriminasi.

Ujungnya melahirkan disintegrasi bangsa. PSI tetap komitmen NKRI akan kukuh jika bangsa Indonesia berpegang teguh kepada Pancasila, UUD 1945 dan Binneka Tunggal Ika.

Penegasan itu disampaikan Juru Bicara PSI Mohamad Guntur Romli ketika berkunjung ke Kantor Redaksi Tribun Manado di Jalan AA Maramis, Manado, Jumat (23/11/2018).

Guntur yang didampingi Ketua Jangkar Solidaritas PSI Habib Muannas Al Aidid yakin Ketua Umum Grace Natalie lolos dari jerat hukum kasus penistaan agama. Keyakinan itu diungkapkan Romli. "Kami yakin Grace tidak akan jadi tersangka, " kata Guntur.

Rombongan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI diterima Pemimpin Redaksi Tribun Manado Sigit Sugiharto, Manajer Liputan Charles Komaling, Manager Produksi Lodie Tombeg, Manajer Iklan M Rahman, serta Redaktur Herviansyah.

Menurut Guntur, perda agama yang disampaikan Grace berbasis data serta merupakan pidato (pandangan) politik yang dijamin UUD 45.

"Ini bukan hoaks, tapi data ilmiah. Ini bentuk kebebasan pendapat yang dilindungi UUD Pasal 28," kata dia.
Menurut Guntur, ada indikasi Grace akan coba dibuat mirip kasus penistaan agama yang memenjarakan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Situasinya mirip.

Jubir PSI Mohamad Guntur Romli saat berkunjung ke Tribun Manado, Jumat (23/11/2018) malam.
Jubir PSI Mohamad Guntur Romli saat berkunjung ke Tribun Manado, Jumat (23/11/2018) malam. (TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS)

"Sekarang ada rencana pertemuan alumnus 212, tekanan dari gerakan 212 juga nampak dalam kasus Ahok," kata dia. Diakuinya, perkara itu agak mengganggu Grace secara pribadi. Tapi sang ketum tetap tegar dan mempercayakan penanganan perkara pada proses hukum. "Kami percaya aparat hukum akan bertindak seadil-adilnya," kata dia.

Guntur tidak khawatir dengan elektabilitas PSI pascakasus Grace. Pernyataan Grace justru memperlihatkan ‘deoxyribonucleic acid atau DNA’ dari PSI yang membela apa yang benar tanpa kompromi. "Kami tak mau cari aman," kata dia.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved