5 Kesalahan Soal Kekerasan Seksual yang Sering Dipercaya Orang

Jika diperhatikan, kebanyakan kasus kekerasan seksual lebih sering dialami oleh perempuan ketimbang laki-laki.

5 Kesalahan Soal Kekerasan Seksual yang Sering Dipercaya Orang
YouTube
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jika diperhatikan, kebanyakan kasus kekerasan seksual lebih sering dialami oleh perempuan ketimbang laki-laki. Memang, mengutip data Komnas Perempuan, rata-rata ada sekitar 35 perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual setiap hari di Indonesia.

Baca: Makan Ikan Ternyata Meningkatkan Gairah Seks

Namun, bukan berarti pria mustahil mengalaminya. Banyak mitos kekerasan seksual yang merajalela di masyarakat kita perlu diluruskan karena sangat merugikan korbannya.

Hal inilah yang membuat korban merasa malu dan cenderung menyalahkan diri sendiri. Akibatnya, korban mengalami trauma mendalam, depresi, hingga berkeinginan untuk bunuh diri.

Maka itu, mari akhiri beragam mitos kekerasan seksual berikut ini dengan mengetahui fakta sebenarnya

ILUSTRASI
ILUSTRASI (tribunnews)

1. Korban selalu berpakaian minim atau seksi

Pakaian yang dikenakan korban umum dijadikan alasan untuk melumrahkan kejadian pelecehan seksual. “Ya pantas saja dia diperkosa, wong bajunya saja seksi begitu!” Pernah dengar, kan, komentar nyinyir seperti ini?

Tak jarang pula komentar memojokkan tentang pakaian korban dipergunakan oleh aparat penegak hukum saat memproses kasus kekerasan seksual.

Orang-orang masih berpikir bahwa pakaian seksi sama dengan undangan seks gratis, “Pakaiannya, sih, terbuka, ngundang nafsu saja!”. Argumen ini malah makin menegaskan asumsi kolot bahwa perempuanlah yang harusnya disalahkan untuk “nasib” mereka sendiri.

Padahal, segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual terjadi atas kebejatan pelaku itu sendiri. Pakaian bukanlah faktor penentu. Tindakan tersebut adalah salah si pelaku. Memakai pakaian yang nyaman atau tertutup tidak serta-merta menjamin bahwa kita lebih aman dari tindak kekerasan seksual.

2. Pria tidak mungkin jadi korban

Halaman
123
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved