Sepatu 'Pijak Bumi', Inovasi dari Kota Bandung yang Ramah Lingkungan

seorang pemuda asal Bandung, Rowland Asfales, tergerak untuk memproduksi sepatu " ramah lingkungan" yang diberi nama PijakBumi.

Sepatu 'Pijak Bumi', Inovasi dari Kota Bandung yang Ramah Lingkungan
kompas.com
Sepatu produksi Pijakbumi menggunakan bahan dan cara pembuatan yang ramah lingkungan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - 90 persen sepatu kulit yang diproduksi di dunia diproses secara kimiawi, dan menggunakan bahan yang berdampak buruk bagi alam, dan -tentu saja, manusia itu sendiri.

Berangkat dari kenyataan itu, seorang pemuda asal Bandung, Rowland Asfales, tergerak untuk memproduksi sepatu " ramah lingkungan" yang diberi nama PijakBumi.

“PijakBumi hadir merespons isu lingkungan melalui produk ramah lingkungansekaligus fashionable,” ujar Rowland kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Sepatu produksi Pijakbumi menggunakan bahan dan cara pembuatan yang ramah lingkungan.
Sepatu produksi Pijakbumi menggunakan bahan dan cara pembuatan yang ramah lingkungan. (KOMPAS.com/RENI SUSANTI)

Proses produksi
PijakBumi menggunakan bahan ramah lingkungan. Sepatu dibuat dari bahan kulit natural yang disamak dengan ekstrak tumbuhan.

“Tumbuhannya bernama kenaf. Tumbuhan ini mengeluarkan oksigen delapan kali lebih banyak dibanding pohon lainnya."

"Kenaf tumbuh di daerah tropis. Kami menenun kenaf dengan benang-benang,” tutur dia.

Baca: (VIDEO) Terkait Siapa yang Harus Dipilih di Pilpres dan Pemilu 2019, Ini Saran Mahfud MD

Sehingga, kulit sepatu tidak menghasilkan limbah yang berbahaya. Bahkan, bahan ini memiliki keunikan, yakni warna yang bisa berubah seiring waktu dan pemakaian.

Misal, saat pertama dibeli, kulit sepatu berwarna coklat muda. Namun seiring waktu dan pemakaian, kulit bisa berubah menjadi coklat tua, hingga coklat kehitaman.

Hal tersebut terjadi karena kulit yang digunakan tidak melalui proses chemicalseperti sepatu pada umumnya.

Proses pembuatan sepatu Pijakbumi, 99 persen menggunakan tangan atau handmade.
Proses pembuatan sepatu Pijakbumi, 99 persen menggunakan tangan atau handmade. (KOMPAS.com/RENI SUSANTI)

Sepatu yang melalui proses chemical, warna akan cenderung tidak berubah.

Halaman
123
Editor: Hans Koswara Widjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved