Piet Luntungan Kembali Kritisi Kementerian Pertanian Soal Kelapa di Sulut

Tokoh masyarakat Minahasa Utara (Minut) Piet Luntungan mengkritisi tindakan Kementerian Pertanian soal kelapa di Sulawesi Utara (Sulut).

Piet Luntungan Kembali Kritisi Kementerian Pertanian Soal Kelapa di Sulut
ISTIMEWA
Piet Luntungan 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Tokoh masyarakat Minahasa Utara (Minut) Piet Luntungan mengkritisi tindakan Kementerian Pertanian soal kelapa di Sulawesi Utara (Sulut).

Pertama soal memberi bibit gratis.

"Hal ini sia-sia kalau harga kopra seperti ini," katanya. 

Kemudian ia mengkritisi soal harga dari importir luar negeri rendah.

Baca: Satu Bulan Jelang Natal, Kenaikan Harga Telur Belum Signifikan

"Harus disebut harganya kekinian berapa? Karena harga ekspor biasa ada permainan antara eksportir dan importir untuk menghindari pajak dan untuk melarikan dana keluar (panama papers)," katanya.

Baca: Forum Dokter Katolik Keuskupan Manado Periksa Kesehatan Uskup dan Para Pastor

Ia mengatakan kementerian tidak menjelaskan anomali harga kopra pada kondisi rupiah melemah dari dolar Amerika.

Baca: 30 Sat Pol PP Kawal Disperdagkop Tegur 74 Pengguna Kios

"Kenapa pembeli cina diusir yang membeli kelapa biji Rp 3 Ribu perbuah," katanya.

Ia juga bertanya Alsintan apa yang mau dibantu oleh kementerian.

Baca: Hari Ini Puncak Perayaan Dies Natalis ke-57 Unsrat

"Kelapa harus dikelola secara modern oleh petani caranya seperti apa?," katanya.

Ia mengatakan penyampaian kementrian pertanian ini hanya menambah ketidakpercayaan petani kelapa karena menteri tidak berpihak pada petani dan hanya memperbesar kecurigaan adanya konspirasi antara pemerintah dan pabrikan eksportir mengenai harga kopra dan kelapa.

Baca: Ini Dua Objek Wisata yang Jadi Perhatian Pemkab Bolsel

"Saat ini harga pembelian kelapa ditingkat petani benar-benar sedang membunuh petani Kelapa.Jadi lebih baik semua pohon kelapa ditebang saja supaya sama-sama menderita baik petani dan pabrikan, eksportir dan pemerintah," katanya

Penulis: David_Manewus
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved