Kisah Pilu Kakek Daeng Kacong Tinggal di Gubuk Reyot Bersama Anaknya yang Alami Gangguan Jiwa

Pasalnya, pria paruh baya tersebut terpaksa tinggal di gubuk reot yang hanya berukuran 4x4 meter.

Kisah Pilu Kakek Daeng Kacong Tinggal di Gubuk Reyot Bersama Anaknya yang Alami Gangguan Jiwa
ansar/tribunmaros.com
Daeng Kacong, seorang kakek Dusun Manrimisi Lompo, Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Maros, duduk di gubuk reotnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -- Daeng Kacong (82), warga Dusun Manrimisi Lompo, Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Maros, membutuhkan uluran tangan dari pemerintah, Rabu (21/11/2018).

Pasalnya, pria paruh baya tersebut terpaksa tinggal di gubuk reot yang hanya berukuran 4x4 meter.

 
Kacong hanya tinggal bersama putranya, Manga’ (51) yang mengalami gangguan jiwa.

Keluarga miskin tersebut sudah puluhan tahun hidup di gubuk yang dipenuhi dengan sampah plastik.

Sampah tersebut di gunakan untuk memasak.

Baca: Deretan Fakta Jelang Aksi Reuni Akbar 212 Desember Mendatang, Dinilai Bermuatan Politik

Gubuk tersebut sudah layak huni dan laiknya kandang bebek. Seng sudah banyak yang bocor dan dinding rumah sudah lapuk.

Jika hujan mengguyur, Dg Kacong bersama putranya tidak bisa istrahat tenang. Keduanya terpaksa bangun dan begadang, selama hujan berlangsung.

Mereka mencari tempat yang aman untuk berlinding. Jika baring, maka bagian tubuhnya terkena air hujan yang tembus di seng bocor.

Meski mengalami gangguan jiwa, namun Manga kadang mencari ikan di sungai untuk dikonsumsi bersama ayahnya yang sudah lama sakit.

Untuk kebutuhan beras, Manga aktif membantu tetangganya yang membutuhkan tenaganya. Dari situ, Manga diberikan beras dan kebutuhan sehari-hari.

Halaman
12
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved