Bos Facebook Diminta Mundur dari Pimpinan Direksi Facebook

Para investor Facebook meminta Mark Zuckerberg untuk lengser dari jabatannya sebagai chairman (pemimpin direksi).

Bos Facebook Diminta Mundur dari Pimpinan Direksi Facebook
Quartz
Mark Zuckerberg 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Para investor Facebook meminta Mark Zuckerberg untuk lengser dari jabatannya sebagai chairman (pemimpin direksi).

Permintaan ini diajukan setelah adanya laporan bahwa Facebook merekrut firma Public Relation bernama Definers untuk memoles kampanye hitam terhadap George Soros.

Baca: Saat Bersihkan Rumah, Pasangan Ini Baru Sadar Menang Lotre Rp 26 Miliar

Gerge Soros, seorang filantropi keturuann Amerika-Yahudi, diketahui mendirikan lembaga swadaya bernama Open Society Foundation. Lembaga ini disberitakan mempromosikan gerakan anti-Facebook. Mereka menuduh Facebook mengancam nilai-nilai demokrasi.

Salah satu investor yang menuntut Zuckerberg untuk mundur adalah Jonas Kron, senior Vice President di Trillium Asset Management. Kron yang memiliki saham 8,5 juta pound sterling di Facebook, menginginkan pendiri Facebook itu turun dari jabatan Chairman.

Baca: Makan Mi Instan Selama 3 Pekan demi Hari Belanja, Mahasiswi Ini Dirawat di Rumah Sakit

"Facebook seakan menjadi perusahaan istimewa," sebut Kron. "Padahal tidak. Facebook adalah perusahaan, dan perusahaan harus memiliki pemimpin direksi kepala (chairman) dan CEO yang terpisah," imbuh Kron.

Tuntutan untuk mundur disebut akan menyulitkan Sir Nick Clegg, pejabat baru Facebook yang diangkat sebagai Head of Global Policy and Communication bulan lalu.

Clegg, yang notabene adalah bekas politisi senior yang berkoalisi dengan mantan Perdana Menteri Inggris, David Cameron 2010 lalu, diminta untuk melakukan peninjauan atas laporan Facebook yang menggunakan firma pelobi.

Baca: Soal Tudingan PKI, Ini Curhatan Jokowi kepada Para Ulama

Baik Zuckerberg dan Clegg didesak untuk menindaklanjuti laporan prekrutan Definers demi memperbaiki reputasinya, terlebih setelah beberapa skandal seperti tuduhan keterlibatan Rusia dalam pemilu AS 2016 dan penyalahgunaan data pengguna oleh Cambridge Analytica.

Definers dituduh mengampanyekan kritik anti-semitisme yang memuat artikel bias tentang kompetitor Facebook. Kampanye tersebut termasuk melibatkan para jurnalis untuk membuat laporan bahwa kelompok anti-Facebook terkait dengan Soros.

Chief Executive Facebook Investor, Julie Goodridge menyebut desakan agar Clegg meninjau Facebook sebagai hal yang tidak masuk akal.

Halaman
12
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved