Wawali Nayodo Ajak Masyarakat Belajar Budaya Bersama

Wawali Nayodo dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya tertarik dengan sejarah Bolaang Mongondow namun ada hal yang perlu dia kritik.

Wawali Nayodo Ajak Masyarakat Belajar Budaya Bersama
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Wawali Nayodo Koerniawan saat berbincang dengan satu di antara tokoh budayawan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan SH membuka secara resmi kegiatan Seminar Kebudayaan Bolaang Mongondow, Rabu (21/11/2018) di Restoran Lembah Bening Kelurahan Sinindian Kecamatan Kotamobagu Timur.

Seminar yang dimaksud yakni mengenai sejarah kerajaan Bolaang Mongondow, revitalisasi dan reaktualisasi seni budaya lokal pantun, sajak, daerah (Salamat) ini digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kotamobagu.

Baca: BREAKING NEWS: Kota Manado Diguncang Gempa 5,3 Skala Richter, Pusat Gempanya Berada Disini!

Wawali Nayodo dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya tertarik dengan sejarah Bolaang Mongondow namun ada hal yang perlu dia kritik.

"Memang selalu dilaksanakan seminar. Namun sebagai kritik, selama ini tidak pernah ada keputusan bersama saat seminar mengenai adat, budaya kita," ujar wawali.

Baca: Nevalia, Tirsya, dan Floressita Bangga Menari Kabela

Nantinya kata wawali kedepan dengan kegiatan seperti ini diharapkan menjadi cikal bakal mendasar dalam konteks kita mengangkat kembali budaya Bolaang Mongondow yang kini sudah jauh tertinggal.

Baca: Ingin Lestarikan Budaya, Sutasih Mokodompit Terus Berlatih Tarian Adat

"Mari kita belajar bersama tentang budaya Bolaang Mongondow (Bolmong)," ujar wawali.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agung Adati mengatakan pada kegiatan seminar
ini tujuannya untuk mengetahui lagi mengenai sejarah Bolmong.

Baca: Besok, Disperdagkop Pasang Tanda Tutup 40 Kios Pasar 23 Maret

"Jadi dengan seminar ini kita akan mengetahui tentang sejarah Bolmong. Ada referensi dan paling tidak ini menjadi ajang diskusi budayawan terkait sejarah kerajaan Bolmong. Adapun yang diundang yakni lurah sangadi, camat, budayawan, tokoh adat, dan seniman, pimpinan sanggar," ujar dia. (dik)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved