Musica Sacra Gelar Konser Budaya 'Because of Love'

Sejumlah lagu daerah Minahasa diperdengarkan, berbagai musik pengiring berpadu harmonis dengan penyanyi

Musica Sacra Gelar Konser Budaya 'Because of Love'
Tribun manado / David Manewus
Sejumlah lagu daerah Minahasa diperdengarkan, berbagai musik pengiring berpadu harmonis dengan penyanyi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejumlah lagu daerah Minahasa diperdengarkan, berbagai musik pengiring berpadu harmonis dengan penyanyi.

Di situ ada kolintang, tetengkoren, tambor dan musik bambu. Semua cocok dengan semua lagu, baik Minahasa, musik daerah lain di Indonesia, sampai lagu pop Barat.

Itulah suasana konser budaya konser budaya Musica Sacra-Keuskupan Manado ‘Because of Love’, Special Thanks For Pater Gerrit Janssen MSC, The Founder of Musica Sacra di Manado Convention Center, Selasa (20/11/2018).

Pater Gerrit juga ikut menyanyi lagu Wananas dalam sebuah video.

Ia bangga dengan pertunjukkan itu, dan ia yakin Musica Sacra akan terus bertumbuh dan berkembang.

Uskup Keuskupan Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengucapkan rasa terima kasih kepada Pater Gerrit Janssen, yang telah bertugas sejak 1971 di Seminari Kakaskasen. Ia mengatakan Pastor Janssen telah memberikan sumbangannya bagi perkembangan musik.

"Ucapan terima kasih karena Musica Sacra kembali dihidupkan dan tetap dilanjutkan. Musica Sacra telah memberikan kontribusi bagi pengembangan musik liturgi. Proficiat," katanya.

Ketua Panitia Marsel Kilapong mengatakan, yang istimewa bersama para pastor membahas Rencana Strategis Keuskupan Manado menghadirkan seluruh pastor peserta rapat se-Keuskupan Manado, kira-kira seratus lebih menyaksikan konser budaya ini.

Baca: Musica Sacra Keuskupan Manado Akan Gelar Konser Budaya Because of Love

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Biro Pembangunan Provinsi Sulut Edwin Kindangen mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyambut gembira dan memberikan apresiasi disertai ucapan terima kasih kepada segenap jajaran Musica Sacra Keuskupan Manado yang telah memprakarsai terselenggaranya kegiatan yang sangat bermakna ini.

Benny Mamoto mengatakan luar biasa, katanya, Pastor Gerrit pasti bangga apa yang ia rintis tidak punah berkembang.

"Kita melihat kreativitas. Ini memadukan seni tari dan seni musik. Ada Kabasaran dan musik yang nyaris punah Makaaruyan. Saya sudah usul kepada hukum tua Makaaruyan agar membuat festival nasional," katanya.

Ia mengatakan, pentas ini layak ditampilkan bukan hanya tingkat nasional tapi international. Baru saja katanya ada grup yang dibiayai Unesco tampil di Bulgaria.

"Akan ada tampilan berbeda. Kata kunci dalam budaya ialah apresiasi pemilik, publik dan pemerintah. Kita optimis. Budaya kita tidak dicaplok negara lain," katanya.

Ia mengatakan, sejak 2005 membuat kegiatan budaya pertama di Jakarta. Ia juga memulai lomba dari tingkat SD agar budaya tidak pernah mati.

Penulis: David_Manewus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved