Mendadak Jokowi Cek Harga di Pasar: Temukan Harga Beras Naik Sedikit

Presiden Joko Widodo tak pernah lepas dari kebiasaan blusukan ke pasar ketika melakukan kunjungan kerja.

antara
Presiden Joko Widodo (kelima kiri) berfoto dengan warga ketika mengunjungi Pasar Sidoarjo, Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11/2018). Presiden mengatakan harga kebutuhan pokok normal. 

Ketika di Unmuh Lamongan, Jokowi memuji Muhammadiyah yang banyak mewakafkan tokoh-tokohnya untuk kemajuan bangsa, semisal KH Ahmad Dahlan, Nyai Siti Walidah, Buya Hamka, dan Ki Bagus Hadikusumo.
Di bidang kesehatan, ada 72 rumah sakit unggulan yang dibangun Muhammadiyah di seluruh tanah air.

Selain itu aa 5.000 sekolah, 67 pondok pesantren, dan 170 perguruan tinggi yang didirikan keluarga besar Muhammdiyah.
Jokowi berharap Muhammadiyah merespons dampak revolusi industri 4.0. "Saya minta perguruan tinggi dan universitas-universitas Muhammadiyah secepatnya merespons ini," harapnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir memastikan, memasuki usia ke-106, Muhammadiyah akan terus bergerak membangun amal sosial, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya. Satu di antaranya memperluas pembangunan pendidikan di wilayah pelosok nusantara, seperti di Ambon dan Lampung.

Gagal Bentangkan Poster di Depan Presiden

Ada insiden kecil ketika Presiden Joko Widodo membuka Muktamar XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (19/11). Saat acara belum selesai, mendadak ada tiga orang mahasiswa dari Sulawesi berdiri dan hendak membentangkan sebuah poster.

Tak pelak, tiga orang itu langsung diamankan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) dan dibawa keluar dari lokasi acara, kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Mereka sejak awal memang berada di lokasiitu, namun di tengah acara tiba-tiba berdiri dan berusaha membentangkan poster.

Mereka juga berusaha jalan ke depan. Para pemuda itu antara lain Muh Syainal Nur, Al Gazali, dan Amar Jaya Nasir, mahasiswa asal Palopo, Sulawesi Selatan.

"Iya, dua yang diamankan tadi teman saya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo. Mereka membawa poster tentang pemekaran wilayah Luwu Tengah," kata Amar Amar Muarif, Sekretaris Bidang Advokasi Pimpinan Wilayah IPM Sulawesi Selatan.

Bersama beberapa rekannya, mahasiswa asal Sulawesi Selatan itu tampak menunggu di depan sebuah ruangan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Dua mahasiswa yang diamankan itu sempat diinterogasi di sebuah ruangan setelah diamankan petugas.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved