Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ukuran Kilogram Tak Akurat Lagi: Akan Berubah pada 2019, Begini Pengaruhnya

Pada 2019 mendatang, kita semua tidak akan lagi menggunakan ukuran kilo yang ada saat ini. Pada Jumat (16/11/2018).

Tayang:
Editor: Lodie_Tombeg
kompas.com
Ilustrasi timbangan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada 2019 mendatang, kita semua tidak akan lagi menggunakan ukuran kilo yang ada saat ini. Pada Jumat (16/11/2018), para ilmuwan akan menyepakati cara baru yang disebutkan para peneliti menentukan berat massa dalam satu kilo.

Selama lebih dari 100 tahun, ukuran berat dibuat berdasarkan Le Grand K atau K Besar, logam yang menentukan berat satu kilo. Berbagai timbangan mulai dari yang digunakan di dapur sampai ukuran berat badan di gym di seluruh dunia dibuat berdasarkan standar logam yang disimpan dalam brangkas di Paris sejak 1889.

Berbagai negara menggunakan "prototipe kilogram" yang berbeda dengan standar yang dikalibrasikan dengan logam di Paris. Namun para ilmuwan ingin memastikan lagi berat ini. Perubahan itu tak akan mengganggu kehidupan kita sehari-hari.

Namun, diperkirakan akan mempengaruhi dunia industri dan ilmu pengetahuan yang memerlukan pengukuran pasti berat. Kilo adalah satu dari tujuh ukuran dasar yang digunakan sistem unit internasional, International System of Units (SI).

Empat ukuran berat - kilo, amper (listrik), kelvin (panas) dan mole (partikel)- akan diperbarui dalam konferensi berat dan pengukuran, General Conference on Weights and Measures (CGPM), di Versailles, di barat Paris, Jumat (16/11). Kilogram Asli Kilogram adalah ukuran SI yang ditentukan oleh objek fisik yang disebut K Besar.

K Besar berukuran 4cm dan terbuat dari 90% platinum dan 10% iridium, dibuat di London dan disimpan di Paris di kantor pengukuran berat internasional, International Bureau of Weights and Measures (BIPM: Bureau International des Poids et Mesures) di Sevres di luar Paris.

Namun objek fisik ini dengan mudah kehilangan atom atau menyerap molekul dari udara sehingga massanya berubah puluhan mikrogram dalam satu abad terakhir. Itu berarti prototipe yang digunakan di seluruh dunia untuk mengukur kilogram dan timbangan kalibrasi tak lagi akurat.

Perbedaan tipis itu tak akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, namun akan menjadi masalah untuk perhitungan sains yang tepat. Kilo baru Pengukuran kilogram baru akan menggunakan Kibble, alat untuk mengukur akurasi dengan menggunakan energi mekanik dan elektromagnetik.

Mengukur kilo tanpa menggunakan objek fisik berarti standar ukuran tak bisa berubah, rusak, atau hilang. Dengan ini, para ilmuwan di mana pun di dunia akan dapat mengukur kilo termasuk mereka yang tak punya akses standar logam K Besar di Paris.

"Pengukuran kembali SI merupakan momen bersejarah dalam pengukuran ilmiah," kata Theodoor Janssen, direktur penelitian laboratorium fisika nasional Inggris, badan yang bertanggung jawab untuk pengukuran berat di Inggris. Perubahan lain Rencananya, ukuran kilogram baru akan mulai diterapkan pada Mei tahun depan.

Hari Jumat (16/11), para ilmuwan juga akan menyepakati cara baru mengukur amper untuk ukuran listrik. Pengukuran ini akan dilakukan melalui pompa elektron.

Ukuran Kelvin untuk suhu akan ditentukan dengan menggunakan termometer akustik. Mole, ukuran partikel akan diukur ulang dengan alat yang dapat menentukan jumlah akurat atom.

Antara Timbangan, Lingkar Pinggang, dan BMI Mana yang Paling Tepat?

Jika bicara tentang ukuran tubuh yang sehat, kita akan langsung mengacu pada istilah indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggang atau angka timbangan. Dari ketiga ukuran tersebut, mana yang menurut Anda paling bisa diandalkan?

Berikut ini tinjauannya. Indeks massa tubuh BMI (Body Mass Index) atau indeks massa tubuh adalah formula standar untuk menentukan rasio antara tinggi dan berat badan.

BMI telah terbukti menjadi indikator yang cukup andal untuk mengukur kadar lemak tubuh untuk kebanyakan orang dewasa, namun tidak untuk orang tua atau orang-orang yang penuh otot. BMI yang dianggap sehat adalah antara19 sampai 25.

Indeks massa tubuh adalah cara cepat untuk mengkategorikan berat badan seseorang apakah di bawah normal, normal, kelebihan berat badan, atau obesitas," kata Mary Hartley, R.D., ahli gizi DietsinReview.com. Timbangan berat badan Banyak orang memiliki hubungan yang sangat rumit dengan timbangan berat badan.

Berat badan berfluktuasi secara alami sepanjang waktu berdasarkan berbagai faktor termasuk stres, hidrasi, menstruasi dan jam Anda menimbang.

Walhasil, menimbang berat badan setiap hari dapat memicu stres. Timbanglah berat badan seminggu atau sebulan sekali untuk mengevaluasi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Lingkar pinggang Menurut Harley adalah tidak masuk akal jika kita mengukur lingkar pinggang lebih dari empat sampai enam minggu sekali. Menurutnya, pengukuran sebaiknya dilakukan enam bulan sampai setahun sekali.

Ukuran pinggang yang ideal sebaiknya tidak lebih dari setengah tinggi badan Anda. Pengukuran lingkar pinggar baik digunakan untuk mengukur hasil perubahan gaya hidup, misalnya penambahan beban latihan di gym atau program pembatasan kalori dan lain sebagainya.

Pengukuran lingkar pinggang setiap beberapa bulan akan menjadi cara yang bagus untuk memeriksa kemajuan Anda. Intinya, mengetahui berapa ukuran Anda, baik BMI, berat badan atau lingkar pinggang, penting untuk mengevaluasi status kesehatan dan mengukur risiko kesehatan yang mungkin terjadi.

Namun, pada akhirnya tidak ada yang disebut ukuran yang sempurna. Tapi percayalah, tubuh Anda akan sehat dengan gaya hidup yang seimbang, makanan bergizi, aktivitas fisik dan memelihara hubungan positif dengan orang lain dan diri sendiri.

Angka di Timbangan Belum Berubah

Jika Anda sudah melakukan program penurunan berat badan, mungkin Anda akan sering mengukur berat badan Anda di atas timbangan. Lalu apa yang Anda dapatkan, apakah sudah turun atau belum berubah?

Hal pertama ketika Anda ingin menurunkan berat badan, apakah yang dimaksud adalah ingin memiliki tubuh lebih kencang, atau memang ingin memangkas timbunan lemak. Ada perbedaan besar antara menurunkan berat badan dan mengurangi lemak.

Berat badan Anda adalah total dari berat tulang, organ, otot, lemak, air, serta makanan yang belum tercerna. Secara garis besar, berat badan Anda mungkin saja dapat turun jika Anda selesai dari toilet.

Namun, apakah itu berarti lemak Anda juga menurun? Sama sekali tidak! Otot tak lebih berat dari lemak? Bayangkan, satu kilogram kapas dan satu kilogram besi memiliki berat yang sama. Tapi keduanya tentu memiliki massa yang berbeda.

Kasus seperti ini sama dengan otot dan lemak. Jika massa otot lebih padat maka akan banyak memakan ruang dalam tubuh Anda. Ini akan membuat tubuh Anda terlihat lebih kencang.

Otot akan sangat membantu memangkas lemak. Ibaratnya, otot Anda adalah mesin mobil. Apabila ingin mobil mesin berjalan, maka mesin membutuhkan bahan bakar. Bahan bakarnya sendiri adalah kalori.

Dan jika ingin memangkas lemak, maka tubuh Anda harus membakar kalori lebih banyak dari yang Anda konsumsi. Semakin banyak otot yang terbentuk, maka semakin banyak kalori yang dibutuhkan agar tubuh berfungsi maksimal. Itulah dasar metabolisme tubuh Anda!

Ketika Anda memulai latihan beban pertama kali, sangat mungkin perkembangan otot Anda akan terlihat sedikit. So, jika otot Anda mulai berkembang dan kehilangan lemak, sangat mungkin berat badan Anda tidak berubah, namun menjadi lebih kencang.

Dengan menimbang berat badan Anda dari waktu ke waktu, maka jarum atau angka pada timbangan akan mengalami perubahan. Ada beberapa penyebab, antara lain: Makanan Makanan memiliki berat dan ketika makanan tersebut tidak segera ‘dihilangkan’, maka makanan tersebut dapat disimpan dalam sistem pencernaan Anda.

Setelah makan besar segeralah timbang badan Anda, maka berat badan Anda akan bertambah. Sebaliknya, jika Anda BAB maka berat Anda dapat berkurang. Air Banyak makanan yang mengandung air, baik karbohidrat maupun natrium. Untuk setiap 1 gram karbohidrat, tubuh Anda akan menerima 3 gram air.

Jadi, jika Anda makan beberapa makanan yang kaya karbohidrat maka berat badan Anda akan bertambah. Ketika haid Bagi wanita, siklus menstruasi memiliki pengaruh pada berat badan Anda melalui perubahan retensi air.

Jadi sebaiknya, timbang berat badan Anda setiap bulan, atau membandingkan setiap minggu dari siklus menstruasi (misalnya minggu ke-1 dengan minggu ke-5, atau minggu ke-2 dengan minggu ke-6, dan seterusnya).

Alkohol tidak membantu Anda kehilangan lemak. Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa minum alkohol dapat menurunkan berat badan. Namun, penurunan berat badan yang terjadi karena alkohol dapat membuat dehidrasi. Cara Terbaik Mengukur Program Fat Loss?

Ada beberapa metode alternatif untuk mengukur seberapa jauh keberhasilan program penurunan berat badan yang Anda lakukan.

1. Ukur pinggang Karena tidak mengetahui lemak mana yang sudah berhasil Anda pangkas, maka sebaiknya gunakan pengukur di sekitar pinggang, pinggul, paha, dan lengan atas.

2. Membeli pakaian Memang cara ini sedikit kurang akurat dan sedikit boros, tapi cara ini juga cukup ampuh untuk memantau perkembangan program Anda. Coba membeli pakaian yang sama namun lihat perbedaan ukurannya.

3. Pantau perkembangan fisik Agar Anda melihat perkembangan dari tubuh Anda, coba ambil foto tubuh Anda di tempat yang sama serta memakai pakaian yang sama.

Jika memang belum terjadi perubahan pada berat badan, Anda tidak perlu khawatir karena penurunan berat badan adalah sebuah proses. Apabila rutin melakukan latihan, mengatur pola makan yang sehat, serta istirahat yang cukup, maka Anda akan segera mendapatkan hasilnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ukuran Kilogram Akan Berubah Pada 2019, Apa Maksud Para Ilmuwan?"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved