Jam Tangan "Vintage" Patek Philippe Laku Dilelang Rp 57 Miliar

Sebuah jam tangan vintage Patek Philippe "The Asprey" terjual sekitar 3,88 juta dollar AS atau sekitar Rp 57 miliar dalam lelang di Sotheby's Jenewa,

Jam Tangan
Reuters
The Asprey Patek Philippe. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah jam tangan vintage Patek Philippe "The Asprey" terjual sekitar 3,88 juta dollar AS atau sekitar Rp 57 miliar dalam lelang di Sotheby's Jenewa, Swiss.

Arloji mewah buatan Swiss itu dibuat tahun 1952 dan dijual empat tahun kemudian di London, Inggris.

Jam ini merupakan kronograf kalender abadi. Kronograf sendiri menjadi penanda sebuah arloji yang berfungsi sebagai penunjuk waktu dan stopwatch.

Baca: Sekjen PSI: Laporan terhadap Grace Natalie Tak Masuk Akal

Kronograf buatan Swiss memang tersohor sebagai penunjuk waktu dengan akurasi sangat tinggi di dunia.

The Asprey sendiri memiliki case berwarna kuning emas dan tali gelang berbahan kulit warna coklat. Jam ini memiliki fitur berupa penunjuk hari, stopwatch, dan fase bulan.

Dalam lelang yang sibuk di Jenewa (13/11), The Asprey menjadi bintang di antara 250 arloji dan jam saku. Penunjuk waktu yang dilelang itu antara lain merek Cartier, Rolex, dan Vacheron Constantin.

Baca: Biografi Marie Antoinette, Ratu Glamor yang Menyebabkan Kebangkrutan dan Memicu Revolusi Perancis

"Arloji ini dalam kondisi murni, belum pernah dipoles dan itu kualitas terbaik yang dapat ditemukan," kata Sam Hines, kepala divisi jam tangan Sotheby's seperti dikutip Reuters.

Pemilik The Asprey saat ini yang masih anonim membelinya dalam sebuah lelang tahun 2006 dengan harga sekitar 2,21 juta dollar AS.

Pada pembukaan awal, The Asprey diperkirakan akan laku dengan harga 2-4 juta dollar AS.

Baca: Mutiara dan Liontin Marie Antoinette, Ratu Perancis yang Tewas Dipenggal Laku Rp 531 Miliar

Harga pembelian jam ini merupakan yang tertinggi. Orang yang berhasil membeli jam langka tersebut juga tidak diketahui identitasnya.

Namun, dalam acara lelang tersebut seorang wanita Asia muda memakai jeans sobek-sobek dan duduk bangku belakang terlihat berbicara di telepon dalam bahasa China. Wanita tersebut adalah penawar The Asprey tertinggi.

Hines menjelaskan, saat ini pasar jam mewah klasik sedang digandrungi di China.

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved