Liow Cs 'Lobi' Dirjen Bimas, Tahun Depan Honor Penyuluh Agama Non PNS Jadi Rp 1 Juta per Bulan

Mulai tahun depan, honorarium tenaga penyuluh agama non PNS akan naik dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta per bulan.

Liow Cs 'Lobi' Dirjen Bimas, Tahun Depan Honor Penyuluh Agama Non PNS Jadi Rp 1 Juta per Bulan
Istimewa
Stefanus Liow (kanan) bersama sejumlah senator lainnya ketika menemui Dirjen Bimas Kristen RI, Thomas Pentury 

Liow Cs 'Lobi' Dirjen Bimas, Tahun Depan Honor Penyuluh Agama Non PNS Jadi Rp 1 Juta per Bulan

TRIBUNMANADO - Kabar gembira bagi para tenaga penyuluh agama non PNS di Sulawesi Utara.
Mulai tahun depan, honorarium tenaga penyuluh agama non PNS akan naik dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta per bulan.

Hal ini diutarakan Anggota DPD RI, Ir Stefanus BAN Liow MAP yang menemui Dirjen Bimas Kristen Protestan Kementerian Agama RI, Prof Dr Thomas Pentury MSi belum lama ini.

Baca: Paripurna DPD RI, Liow Cs Tegaskan Penolakan Wacana Negara Atur Sekolah Minggu dan Katekisasi

Menurut Senator Sulawesi Utara ini, kenaikan tersebut berlaku bagi penyuluh non PNS semua agama.
"Pak Dirjen mengungkapkan, pemerintah menaikkan honor tenaga penyuluh agama non PNS di tahun depan," kata Liow dalam rilis ke Tribun Manado, Kamis (15/11/2018).

Stefanus Liow dan Thomas Pentury
Stefanus Liow (kanan) dan Dirjen Bimas Kristen RI, Prof Thomas Pentury

"Kepastian ini diperoleh setelah kami meneruskan aspirasi para penyuluh agama sebelumnya soal honorarium mereka yang rendah," katanya.

Meskipun, kata Liow, disadari belum tentu semua aspirasi masyarakat terpenuhi karena keterbatasan-keterbatasan dan melihat skala prioritas.

Baca: Membanggakan, Stefanus Liow-Miky Wenur Diwisuda dalam Dies Natalis ke-63 Unima

"Ini kewajiban untuk disampaikan sebagai pertanggungjawaban moral dan politik ketika rakyat memberikan kepercayaan," ujarnya.

Selasa (14/11), sejumlah Senator DPD RI dari berbagai daerah bertemu Dirjen Bimas Kristen Protestan Kementerian Agama RI.

Dalam pertemuan tersebut, dimintakan agar Pasal 69 dan 70 RUU tentang Pesanteren dan Pendidikan Keagamaan untuk dihapus.

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved