225 Rumah Warga Dapat Program BSPS

Dinas PUKP Kota Kotamobagu tahun ini menyalurkan 225 Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)

225 Rumah Warga Dapat Program BSPS
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Imran Amon 

Laporan Wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

KOTAMOBAGU, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUKP) Kota Kotamobagu tahun ini menyalurkan 225 Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Untuk 225 Unit BSPS di tahun 2018 ini sementara progress dan sudah mencapai 80 persen. Ada juga sudah 100 persen," ujar Kabid Perumahan Chelsia Paputungan ST.

Lanjut kabid, BSPS ini adalah program bantuan merupakan dana stimulan perangsang warga pemilik rumah dalam membangun rumah.

"Pada program ini kami hanya membantu untuk proses pembangunan rumahnya. Jadi bukan dari awal membangun," ujar Chelsia.

Dalam membangun rumahnya, warga penerima program ini melaksanakan pembangunan dengan menyewa tukang bangunan dengan swadaya masing-masing.

Dinas PRKP memberikan bantuan berupa bahan bangunan senilai Rp 15 juta, sesuai kebutuhan.

Penerima program BSPS itu tidak semuanya. Ada syarat yang harus dipenuhi berpenghasilan rendah, memiliki tanah sendiri, belum pernah menerima bantuan, mampu berswadaya.

Tahun depan kita akan terus mengusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Penerima program ini tersebar di sembilan desa dan kelurahan yakni di Gogagoman 35 warga, Pontodon 20, Kopandakan Satu 25, Moyag, Induk 20, Upai  20, Genggulang 25, Motoboi Kecil 20, Mogolaing 30, dan Poyowa Besar Dua 30.

"Sejak empat tahun lalu ada 900 usulan, kemudian direalisasikan setiap tahun. Dan masih ada 300 usulan lagi. Namun tetap setiap tahun ada usulan baru. Kita akan tindaklanjuti secara bertahap," ujar dia.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Imran Amon mengatakan 225 penerima manfaat BSPS sementara melaksanakan pembangunan dengan bantuan yang ada. Dan untuk bantuan sedang disalukan.

"Sudah memasuki progress tahap kedua. Sudah hampir rampung untuk penyaluran terutama bahan-bahan seperti pasir, kerikil, batu bata," ujar Imran.

Selanjutnya kata Imran akan dievaluasi realisasi yang dilaksanakan oleh penerima manfaat.

"Tugas kita hanya sampai pada pembagian material, dan menjaga proses agar tidak disalahgunakan oleh penerima manfaat. Ada tim kita di lapangan," ujar dia. (dik)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Ferra Faradila Rizki
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved