Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ribut dengan Melania Trump, Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Dicopot

Menurut keterangan dari Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders, dia akan dipindahkan ke posisi lainnya di pemerintahan.

Editor: Fernando_Lumowa
REUTERS
Donald Trump dan Melania Trump. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wakil penasihat keamanan nasionalG edung Putih Mira Ricardel melepaskan jabatannya, sehari usai Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump meminta agar dia dipecat.

Diwartakan CNN, Ricardel secara resmi dipaksa mundur dari pekerjaannya selama 7 bulan terakhir itu pada Rabu (14/11/2018).

Menurut keterangan dari Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders, dia akan dipindahkan ke posisi lainnya di pemerintahan.

Belum ada nama yang diusulkan untuk mengisi jabatannya.

Baca: Ditanya Soal Isu Perselingkuhan Suaminya, Ini Jawaban Melania Trump

Ricardel terlibat perselisihan dengan staf Melania selama istri Donald Trumpitu melakukan kunjungan ke Afrika pada bulan lalu.

Keduanya dilaporkan bertengkar soal pengaturan tempat duduk di pesawat.

CNBC mencatat, sangat tidak biasa bagi seorang ibu negara atau kantornya untuk mempertimbangkan urusan personalia, terutama staf keamanan nasional presiden.

Selama perjalanan tur di Afrika, Melania mengatakan kepada ABC dalam wawancara, ada orang-orang di Gedung Putih yang dia tidak percayai.

"Ini merupakan posisi Kantor Ibu Negara bahwa dia tidak lagi pantas mendapat kehormatan melayani di Gedung Putih," demikian pernyataan dari juru bicara Melania Trump, Stephanie Grisham.

BBC mengabarkan, pemecatan Ricardel menyusul saat spekulasi soal Trump yang akan mengganti sejumlah pejabat di Sayap Barat Gedung Putih.

Trump diisukan sedang menyiapkan untuk memecat Kepala Staf Gedung Putih John Kelly, atau Menteri Dalam negeri Kirstjen Nielsen.

Sejauh ini, Ricardel belum memberikan komentar terkait pemecatannya.

Ricardel merupakan anak dari orangtua imigran asal Kroasia. Dia pernah memegang posisi selama tiga pemerintahan Partai Republik, bekerja di Kementerian Luar Negeri, Pertahanan, dan Perdagangan.

Dia juga pernah bekerja di sektor swasta, termasuk Boeing, sebelum akhirnya terpilih dalam tim transisi kepresidenan Trump sebagai penasihat Pentagon.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved