Narapidana Bantu Pemadaman Kebakaran di California

Dinas Pemadam Kebakaran California melakukan segala cara untuk dapat memadamkan api termasuk mengerahkan 200 narapidana

Narapidana Bantu Pemadaman Kebakaran di California
AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/JUSTIN SULLIVAN
Seorang petugas pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan api yang terjadi di Malagia, California, Jumat (9/11/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Pemadam Kebakaran California melakukan segala cara untuk dapat memadamkan api dalam Kebakaran Camp di Butte County yang sudah terjadi sejak sepekan lalu.

Hal tersebut termasuk mengerahkan tenaga bantuan dari lembaga pemasyarakatan alias para tahanan.

Sekitar 200 narapidana dari penjara di California turut dikerahkan untuk menjinakkan api dalam kebakaran hutan hebat yang telah menewaskan hampir 30 orang tersebut.

Para tahanan tersebut adalah narapidana yang menjadi anggota program relawan pemadam kebakaran yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan dan Rehabilitasi California (CDCR) bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran.

Melansir dari CNBC, para sukarelawan narapidana itu dijanjikan bakal menerima bayaran 1 dolar AS per jam (sekitar Rp 14.000) dan pengurangan masa hukuman mereka.

Melalui program tersebut, sekitar 2.000 narapidana telah berperan membantu dalam mengatasi kebakaran kompleks Mendocino pada Agustus lalu, yang telah membakar hingga 141.000 hektar dan 146 bangunan rumah.

"Para relawan narapidana yang dipilih mengikuti program ini telah dievaluasi secara hati-hati," kata CDCR.

"Para narapidana tersebut haruslah bebas dari perilaku kekerasan, meski tuduhan mereka berkaitan dengan tindak kejahatan kekerasan," lanjut perwakilan CDCR.

Ditegaskan bahwa narapidana terkait kasus pembakaran, perkosaan dan tindak pelecehan seksual dilarang ikut dalam program ini.

Para pendukung program ini berpendapat bahwa melalui program sukarelawan tersebut negara dapat menghemat hingga 100 juta dolar AS atau Rp 1,4 triliun.

Selain itu juga membantu narapidana dalam memperoleh pengalaman kerja baru.

Kendati demikian kritikan akan tetap bermunculan. Beberapa menyebut pengalaman bekerja sebagai relawan pemadam kebakaran tidak akan banyak membantu para tahanan dalam mendapatkan pekerjaan setelah mereka bebas.

Kritik lain menyebut program ini telah membahayakan hidup para narapidana.

"Ketika narapidana melakukan pekerjaan relawan, yang paling penting pertama adalah benar-benar memastikan bahwa mereka membuat keputusan secara bebas, sukarela dan tanpa paksaan," kata David Fathi, Direktur Proyek Penjara Nasional di Serikat Pembebasan Sipil Amerika (ACLU).

"Hal itu sangat penting karena mereka melakukan pekerjaan yang membahayakan nyawa mereka, seperti menghadapi kebakaran hutan," tambahnya.(kompas.com)

Editor: Herviansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved